Channeltujuh.com, PONTIANAK – Guna menyelaraskan kebijakan pusat dengan kearifan lokal untuk menghadapi tantangan global dan nasional, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) tahun 2026 bertempat di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Kota Pontianak, Selasa 24 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalbar, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Pipit Rismanto serta dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar dan para Kepala Kepolisian Resor (Kapolres), Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) jajaran.
Dalam arahannya, Pipit menekankan bahwa Polri harus menjadi institusi yang adaptif, berintegritas, dan solutif di tengah dinamika zaman, pentingnya personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memiliki wawasan global.
“Kita tidak boleh hanya terpaku pada tugas rutin. Anggota Polri harus mampu menetapkan langkah strategis berbasis kearifan lokal untuk memitigasi dampak global. Salah satu fokus kita adalah mendukung ketahanan pangan Nasional dengan mengoptimalisasi lahan produktif untuk komoditas jagung,” ujar Pipit.
Selain itu, ia memberikan instruksi tegas terkait pengawasan internal. Fungsi Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda), Profesi dan Pengamanan (Propam), dan Pengawa Penyidikan (Wasidik).
“Laksanakan audit investigasi serta profiling Personel di semua lini guna mencegah pelanggaran berat seperti penyalahgunaan Narkoba dan praktik judi online,” tegasnya.
Terkait pelayanan Masyarakat, Kapolda menginstruksikan penguatan delapan High Touch Points. Hal ini mencakup perbaikan kualitas di titik-titik sentral pelayanan mulai dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), layanan call center 110, penanganan unjuk rasa, hingga penegakan hukum yang lebih humanis dan solutif.
“Keberhasilan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sangat bergantung pada legitimasi masyarakat. Jadilah tulang punggung negara yang kuat dengan menjaga penampilan perorangan, etika profesi, dan konsistensi dalam kebijakan. Jangan takut keluar dari zona nyaman demi perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.*/












