Channeltujuh.com, JUNGKAT — Tradisi Robo’-Robo’ diperingati setiap tahun pada hari Rabu minggu terakhir di bulan Safar penanggalan tahun Hijriah. Dari sejarahnya pada masa lampau Robo’-Robo’ awalnya di gelar untuk menyambut kedatangan Opu Daeng Manambon yang merupakan keturunan Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan.
Dengan berjalannya waktu Robo’-Robo’ tak hanya diadakan oleh masyarakat Kabupaten Mempawah atau yang bergaris keturunan Bugis, namun juga sudah menjadi tradisi yang sakral bagi seluruh masyarakat multi etnis di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, Kabupaten Landak dan sebagian masyarakat di Kabupaten Ketapang.
Selain menggelar do’a tolak balak yang diadakan diluar rumah atau dilapangan terbuka, Robo’-Robo’ yang saat ini diadakan oleh warga juga identik dengan makanan khas perayaan Robo’-Robo’ seperti ketupat, rendang ayam, rendang daging, kue apam dan patlau.
Kepala Dusun Rahadi Usman, Parit Kebayan, Desa Jungkat, Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, Imran mengatakan perayaaan Robo’-Robo’ sudah menjadi tradisi turun temurun bagi warga Parit Kebayan.
“Meskipun Robo-Robo ditempat kami ini, digelar dengan sangat sederhana, namun tak mengurangi semangat dan makna yang terkandung di dalam perayaan Robo’-Robo, yang diadakan oleh warga Parit Kebayan,” ujar Imran, pada channeltujuh.com, di Parit Kebayan, Rabu (13/9/23).
Tidak hanya warga keturunan Bugis saja, lanjut Imran mengatakan, Robo’-Robo’ disini dengan multi etnis, semua membaur bersama untuk memanjatkan do’a agar kita semua terhindar dari segala macam musibah maupun bencana.
“Kami disini setiap tahunnya menggelar Robo’-Robo’ sekitar pukul 06.00 Wib, setelah memanjatkan do’a bersama, kita lanjutkan makan bersama yang dibawa dari rumah masing-masing,” tukas Imbran mengakhiri.*/
Laporan : Devi Lahendra
![]()













