Pemerintahan dan Politik

Hindari Perencanaan Berbasis Intuisi, Karolin Minta Petugas Sensus Ekonomi 2026 Sajikan Data Riil

9
×

Hindari Perencanaan Berbasis Intuisi, Karolin Minta Petugas Sensus Ekonomi 2026 Sajikan Data Riil

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, NGABANG – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus melepas petugas pendataan lapangan di wilayah Kabupaten Landak.

Dalam acara yang digelar di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tersebut, Karolin menekankan pentingnya sebuah perencanaan pembangunan yang didasari oleh data konkret, bukan sekadar intuisi.

Menurut Karolin, momentum Sensus Ekonomi 2026 yang diinisiasi sebagai program strategis nasional memiliki nilai yang sangat krusial bagi daerah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi instrumen untuk memetakan struktur ekonomi, memantau kondisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta menentukan arah intervensi sosial ekonomi bagi masyarakat luas.

“Pembangunan suatu daerah tentu tidak dapat berjalan secara optimal jika hanya mengandalkan feeling, perasaan, intuisi, atau perkiraan semata. Perencanaan pembangunan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran harus dilandasi oleh fondasi data yang kuat, akurat, dan mutakhir, atau disebut dengan evidence-based policy atau kebijakan yang berbasis pada data jujur,” tegas Karolin, di Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (18/6/26).

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan memotret lanskap aktivitas usaha secara menyeluruh, terutama pasca-dinamika global yang terjadi beberapa tahun terakhir. Melalui data tersebut, pemerintah daerah dapat mengetahui sektor mana saja yang menyerap tenaga kerja dan membutuhkan stimulus, seperti bantuan modal maupun digitalisasi.

“Dengan menyukseskan Sensus Ekonomi, kita sedang mengamankan arah pembangunan Landak satu dekade ke depan agar pertumbuhan ekonomi yang kita capai benar-benar inklusif dan dirasakan dampaknya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Karolin juga secara khusus berpesan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) dan seluruh petugas lapangan agar menjaga integritas dan bekerja secara profesional. Ia menegaskan bahwa kebenaran data di lapangan adalah hal yang tidak bisa ditawar.

“Pada akhirnya saya berharap agar BPS melaksanakan tugas ini dengan baik dan sungguh-sungguh menghasilkan data riil di lapangan. Apapun hasilnya, ya kita buka mata dan telinga, karena sesungguhnya data yang jujur merupakan salah satu kunci keberhasilan dari pembangunan di Kabupaten Landak,” pesannya.*/

Loading

Penulis: Deckie Lawandera