News

Izin Pangkalan Gas Tak Ada Kejelasan, AY Laporkan IF ke Mapolres Kubu Raya 

17
×

Izin Pangkalan Gas Tak Ada Kejelasan, AY Laporkan IF ke Mapolres Kubu Raya 

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, KUBU RAYA – Dugaan penipuan berkedok pengurusan izin pangkalan gas elpiji dialami oleh AY warga Desa Sungai Ambawang Kuala, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.

AY resmi melaporkan seorang pria bernama IF ke Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya atas dugaan penipuan. Laporan tersebut tertuang dalam Tanda Bukti Laporan, Pengaduan Nomor: TBL/401/IX/2026/KALBAR/RES KUBU RAYA, tertanggal 04 September 2026.

Merujuk dari isi laporan, peristiwa bermula pada 30 Januari 2026 di Kantor Notaris Budi Setiadi Jalan Adisucipto, Gang 822, Desa Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Saat itu, AY menyerahkan uang tanda jadi sebesar Rp 47,5juta kepada IF untuk pengurusan atau pengajuan Izin Usaha Pangkalan Gas Elpiji di wilayah Parit Meliau, Desa Sungai Ambawang Kuala, Kabupaten Kubu Raya.

“Waktu itu perjanjian awal saya akan mendapatkan 200 tabung Gas Elpiji 3 Kg. Skema yang disepakati, setelah tiga bulan izin usaha keluar dan tabung dikirim, baru akan saya melunasi kekurangannya,” jelas AY pada sejumlah wartawan usai membuat laporan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kubu Raya, Jumat 4 September 2026.

Namun hingga April 2026, lanjut AY menjelaskan izin yang dijanjikan tak kunjung terbit dan 200 tabung gas tak pernah dikirim.

“Di bulan April 2026 saya menghubungi IF atau terlapor kenapa izin usaha pangkalan gas elpiji milik saya belum keluar dan tabung belum dikirim, IF menerangkan bahwa pihak Pertamina yang belum mengeluarkan izinnya dan IF untuk saat ini selalu menghindar serta tidak bisa dihubungi,” ucap AY dengan nada kesal.

Lebih lanjut AY mengatakan akibat kejadian tersebut dirinya mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 47,5 juta.

“Saya merasa ditipu oleh IF dan saya akan menempuh jalur hukum dalam persoalan ini, saya juga berharap Polres Kubu Raya dapat segera mungkin merespon atas laporan saya ini,” tukas AY mengakhiri.*/

Loading

Penulis: Devi Lahendra