Channeltujuh.com, PONTIANAK – Direktur Utama (Dirut) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat (Kalbar) atau Bank Kalbar Rokidi menegaskan komitmen Bank Kalbar dalam mendukung program pemerintah pusat dan pelaku UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan proses yang dipermudah, termasuk opsi tanpa agunan untuk plafon tertentu.
“Tercatat hingga 2025 tahun lalu porsi kredit UMKM Bank Kalbar mencapai angka 43,7 persen, melampaui target minimal 30 persen yang ditetapkan. Untuk tahun ini akan kita targetkan melampaui angka tahun lalu,” ujar Rokidi, di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (30/4/26).
Layanan KUR Bank Kalbar, lanjut Rokidi mengatakan hadir agar UMKM bisa naik kelas. Bunganya ringan, prosesnya mudah, dan untuk plafon tertentu bisa tanpa agunan.
“Ya kita ada program utama untuk UMKM yaitu KUR dengan kredit permodalan bunga enam persen per tahun, terdiri dari KUR Mikro hingga Rp100 juta dan KUR Kecil untuk skala usaha lebih besar. Sedangkan untuk tahun ini pemerintah sedang mendongkrak agar UMKM naik kelas dengan pinjaman KUR tanpa agunan kita dari Bank Kalbar mendukung sepenuhnya program tersebut,” kata Rokidi.
Lebih lanjut Rokidi mengatakan Bank Kalbar juga memiliki produk Kredit Usaha Mikro Peduli (KUM Peduli) kredit mikro untuk modal kerja dengan jangka waktu maksimal satu tahun, menyasar pelaku usaha ultra mikro.
“Dalam segala pelayanan produk kami memberikan layanan jemput bola, kita memberikan kemudahan administrasi dan pendampingan persyaratan bagi pelaku UMKM yang kesulitan mengakses layanan ke kantor cabang,” tukas Rokidi mengakhiri.*/












