Channeltujuh.com, PONTIANAK – Dua hari jelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah 2026 Masehi, Kota Pontianak krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) antrian mengular hingga puluhan kilometer.
Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Walikota Pontianak, pihak Pertamina serta pemangku kepentingan lainnya memastikan stok BBM untuk Kota Pontianak aman hingga hari raya.
Tampaknya pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan dilapangan yang mana kurang lebih sudah memasuki satu pekan terakhir masyarakat justru dihantui dengan sulitnya untuk mendapatkan BBM dan harus antri puluhan kilometer untuk mendapatkan BBM di SPBU di seluruh wilayah Kota Pontianak.
“Mana mau lebaran, BBM langka di eceran tidak ada jual, di SPBU ada jual tapi kita harus antri puluhan kilometer baru bisa mendapatkan BBM. Disaat sperti ini kemana pemerintah, kemana Walikota, kemana para anggota dewan, kami rakyat kecil sedang kesusahan mendapatkan BBM kalian semua kemana,” cetus Rini salah seorang ibu rumah tangga yang ikut antri BBM di salah satu SPBU yang ada di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (19/3/26).
Menurutnya ucapan Walikota Pontianak beberapa waktu lalu yang menyatakan stok BBM di Kota Pontianak aman, sangat tidak sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan.
“Walikota bilang stok aman saya rasa betul, kalau aman kenapa kita harus antri berjam-jam dan puluhan kilometer hanya untuk mendapat stok BBM. Kami berharap Walikota Pontianak dan pihak Pertamina harus segera bisa mengatasi hal ini, jika tidak maka saya yakin masyarakat akan hilang kepercayaan kepada pemerintah,” ucapnya mengakhiri.*/












