Pemerintahan dan Politik

Bupati Landak Perintahkan BPBD Landak Siaga 24 Jam Pantau Banjir di Landak

×

Bupati Landak Perintahkan BPBD Landak Siaga 24 Jam Pantau Banjir di Landak

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, NGABANG – Antisipasi banjir kiriman dari wilayah hulu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa resmi mengaktifkan Posko Siaga Bencana Banjir untuk wilayah Kecamatan Ngabang yang berpusat di Stadion Indoor Bujakng Nyangko, Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu 11 Januari 2026.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Landak, S. Suseno Caroko Hadi, menyatakan bahwa pembentukan posko ini bertujuan untuk memantau secara intensif perkembangan situasi bencana di seluruh kecamatan.

“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kita harus siap. Dengan kondisi cuaca saat ini, banjir besar bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar Suseno dalam wawancaranya.

Seno menjelaskan bahwa posko ini berfungsi sebagai pusat evakuasi, media center, dan pasat logistik. Posti ini nantinya akan menjadi pusat kendali informasi satu pintu agar penanganan bencana berjalan efektif dan efisien. Selain itu juga menjadi tempat penerimaan dan penyaluran bantuan dari berbagai pihak, termasuk dukungan beras dari Dinas Pertanian dan stok penyangga atau buffer stock dari Dinas Sosial.

Selain itu, lanjutnya bahwa BPBD juga menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), organisasi kemasyarakatan (ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Praja Muda Karana (Pramuka), serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis lainnya dalam operasi siaga ini.

“Berdasarkan data rekapitulasi sementara BPBD Landak per 11 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, sebanyak 2.381 Kepala Keluarga (KK) atau total 9.326 jiwa di Kabupaten Landak terdampak banjir. Meskipun di beberapa wilayah seperti Kecamatan Banyuke Hulu, Kecamatan Menyuke, dan Kecamatan Mempawah Hulu dilaporkan air sudah mulai surut, pihak BPBD kini mewaspadai akumulasi pergerakan air menuju wilayah Ngabang,” tambahnya.

Berikut adalah ringkasan dampak banjir di beberapa Kecamatan Air Besar 762 KK mayoritas surut. Lanjut Seno mengatakan beberapa desa dalam pantauan Mempawah Hulu 1.200 KK banjir sudah surut. Meranti 318 KK kondisi dalam pantauan, tinggi air 20-60 cm. Banyuke Hulu 89 KK Banjir telah surut.

Dikatakan Seno pemerintah daerah telah memobilisasi tenaga medis dan logistik ke titik-titik rawan. Tercatat puluhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMKes) disiagakan di berbagai pos kesehatan, termasuk 70 personel di wilayah Mempawah Hulu dan fasilitas kesehatan yang tetap siaga di Kecamatan Meranti serta Air Besar.

“Data ini sangat dinamis. Kami terus memantau pergerakan air dan memperbaharui atau mengupdate data setiap satu hingga dua jam, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor ke posko terdekat jika ketinggian air di lingkungan mereka mulai naik secara signifikan,” pungkasnya.*/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *