Pemerintahan dan Politik

Bupati Landak Panen Jagung, Siap Buka Lahan 15 Hektare Bersama CU

×

Bupati Landak Panen Jagung, Siap Buka Lahan 15 Hektare Bersama CU

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, AMBOYO INTI – Bupati Landak Karolin Margret Natasa bersama jajaran pemerintah provinsi dan daerah menghadiri panen perdana jagung di Brigade Pangan Bukit Sabu Enek, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landa, Provinsi Kalimantan Barat.

Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kalbar, Herlina, menyebut keberhasilan panen jagung di Landak menjadi kontribusi penting bagi ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Landak menempati peringkat kedua sentra tanaman jagung di Kalimantan Barat setelah Bengkayang. Tahun 2023 luas tanam mencapai 6.506 hektare, meski pada 2024 sedikit menurun menjadi 6.145 hektare karena berbagai faktor. Hingga September 2025, luas tanam jagung di Kalbar sudah lebih dari 5.000 hektare,” jelas Herlina, di Amboyo Inti, Selasa (9/9/25).

Sementara itu, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan jagung yang dipanen kali ini ditanam pada 22 Mei 2025. Ia berharap panen perdana ini bisa menjadi contoh bagi para kepala desa di wilayah Landak.

“Luas tanam jagung kita tahun ini sudah melebihi target, begitu juga dengan padi. Terima kasih atas kerja keras semua pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah, serta dukungan para petani,” ujar Karolin.

Karolin menambahkan, ke depan pemerintah daerah akan membuka lahan baru seluas 15 hektare dengan dukungan pembiayaan dari Credit Union (CU).

“CU telah masuk dalam skema pembiayaan kelompok tani dampingan pemerintah daerah. Jadi 15 hektare berikutnya akan dibiayai oleh CU,” sambung Karolin.

Ia menekankan bahwa panen perdana ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen mendukung produktivitas pertanian melalui program penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, sarana prasarana pertanian, dan berbagai program lain.

Karolin juga mengaku puas dengan hasil panen jagung yang melebihi rata-rata nasional.

“Rata-rata nasional jagung per hektare hanya 5,8 ton, sementara di Landak bisa mencapai 6 ton. Lahan dikelola dengan pupuk organik dan perawatan ekstra, sehingga hasilnya di atas rata-rata meski biaya tidak jauh berbeda,” ungkap Karolin.

Karolin pun mengajak masyarakat dan petani yang memiliki lahan tidak produktif untuk tidak ragu menanam jagung.

“Silakan berkonsultasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ngabang agar tahu cara pengolahan lahan yang baik,” tukas Karolin mengakhiri.*/

Laporan : Deckie 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *