Pemerintahan dan Politik

Bantuan Banjir Landak Terus Mengalir, PT Antam Salurkan Makanan Bayi

59
×

Bantuan Banjir Landak Terus Mengalir, PT Antam Salurkan Makanan Bayi

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, NGABANG – Perseroan Terbatas (PT) Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Pertambangan Bauksit (UBPB) Kalimantan Barat (Kalbar), yang bergerak di pertambangan Bauksit yang beroperasi di Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, terus melakukan operasi tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Landak melalui tim Emergency Respon Grup (ERG).

Tim ERG Antam bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak dan Palang Merah Indonesia (PMI) Landak menembus lokasi banjir untuk menyerahkan bantuan tanggap darurat di beberapa kecamatan di Kabupaten Landak.

Koordinator lapangan tim tanggap darurat bencana banjir Kabupaten Landak, Herman menjelaskan untuk tahap kedua bantuan yang disalurkan berupa Sun Makanan Bayi 1000 butir, My Baby Set 1000 butir, selimut 1000 lembar, juga makanan siap saji dan beras satu ton.

“Ya bantuan ini kami salurkan melalui BPBD dan PMI Kabupaten Landak, sesuai pemetaan tim ERG Antam dan koordinasi dengan kedua instansi tersebut. Seperti diketahui, tahap pertama bantuan diserahkan ke Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak melalui pos bantuan bencana banjir di Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) dan kecamatan setempat,” jelas Herman, di Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (26/1/25).

Hal senada juga dikatakan koordinator lapangan Tim ERG Antam untuk bencana banjir Landak, Edfianzahe mengatakan penyerahan bantuan ini sesuai hasil pemetaan lokasi banjir.

“Setelah dilakukan pemetaan selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan BPBD dan PMI Kabupaten Landak, agar tepat sasaran. Saat ini ERG Antam masih melakukan pemetaan terhadap kemungkinan penyakit akibat banjir terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Landak,” kata Edfianzah.

Ditempat terpisah Bupati Landak terpilih periode 2025 hingga 2030, Karolin Margret Natasa mengapresiasi sikap tanggap dari PT Antam yang terjun langsung ke lokasi banjir serta memberikan bantuan baik sembilan bahan pokok (sembako) maupun tim tenaga medis.

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Antam yang sangat peduli dengan kesulitan yang dialami oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Landak yang terdampak banjir. Kita sama-sama berdoa semoga banjir cepat kembali surut dan kita semua dapat beraktivitas kembali seperti biasa,” tukas Karolin mengakhiri.*/

Laporan : Deckie 

 

Loading

Bupati Landak Sampaikan Perubahan APBD 2026 dan Arah Baru Perseroda Landak Barajaki Channeltujuh.com, NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan bahwa perubahan bentuk hukum Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Landak Barajaki menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) bukanlah sebuah pembentukan perusahaan baru dari nol. Hal tersebut disampaikan Karolin dalam Rapat Paripurna ke-13 dan 14 Masa Persidangan III Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak, di Ngabang, Provinsi Kalimantan Barat, Senin 31 Agustus 2026. Rapat tersebut beragendakan jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perseroda Landak Barajaki, sekaligus penyampaian Nota Pengantar Raperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Landak tahun anggaran 2026. “Perubahan ini mencakup keberlanjutan kekayaan, usaha, perizinan, hak dan kewajiban, perikatan, serta pegawai sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” jelas Karolin. Menjawab kekhawatiran sejumlah fraksi, Karolin secara khusus menyoroti aturan main mengenai penyertaan modal untuk BUMD tersebut, terutama menyangkut catatan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas kinerja Landak Barajaki di masa lalu. “Penyertaan modal baru tidak boleh sekadar menutup kelemahan operasional tanpa rencana penyehatan. Penambahan modal harus didasarkan pada evaluasi kondisi perusahaan, tindak lanjut pemeriksaan BPK, kajian kelayakan, dan kemampuan keuangan daerah,” tegas Karolin. Adapun dalam Raperda tersebut, modal dasar Perseroda Landak Barajaki ditetapkan sebesar Rp 20 miliar. Komposisinya mencakup 99 persen milik Pemkab Landak (Rp 19,8 miliar) dan 1 persen milik Koperasi Konsumen Landak Bersatu (Rp 200 juta). Sementara modal disetor ditetapkan sebesar Rp 12 miliar yang dipenuhi secara bertahap. Karolin juga menuntut agar perusahaan daerah tersebut kelak mampu mengelola bisnis yang strategis tanpa terus-menerus membebani kas daerah. “Pemerintah daerah berpendapat bahwa Perseroda tidak boleh menjadi perusahaan yang bergantung terus-menerus pada APBD. Perusahaan harus mampu mengembangkan usaha dan memperkuat sumber pendapatan secara mandiri,” ungkapnya. Selain membahas BUMD, Karolin turut memaparkan draf Perubahan APBD Kabupaten Landak 2026. Pendapatan daerah pada perubahan APBD diproyeksikan mencapai Rp 1,21 triliun, sementara belanja daerah disesuaikan menjadi Rp 1,26 triliun.

Channeltujuh.com, NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa…

Loading