Channeltujuh.com, CILUNCAT – Memasuki masa libur panjang akhir Januari 2025 yang bertepatan dengan dua hari libur nasional yaitu libur Isra’ Mi’raj dan Tahun Baru Imlek membuat harga tiket pesawat tujuan Jakarta Pontianak tembus hingga Rp7juta.
Wawan Suwandi salah seorang calon penumpang asal Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat harus batal pulang dikarenakan mahalnya harga tiket pesawat tujuan Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.
“Saya coba cari tiket pesawat tujuan Pontianak, semua penerbangan sudah penuh dari sejak hari Jumat 24 Januari 2025. Adapun tiket pesawat yang masih ada yaitu pesawat Garuda Indonesia yang merupakan pesawat plat merah dan harga tiket dari Jakarta ke Pontianak tembus hingga Rp7juta lebih, naiknya berkali-kali lipat,” tutur Wawan dengan nada kesal, saat dihubungi via WhatsApp di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (26/1/25).

Akibat dari tingginya harga tiket, lanjut Wawan mengatakan dirinya harus menunggu hingga tanggal 30 Januari 2025 untuk pulang ke Kalimantan Barat.
“Karena tidak ada tiket pesawat saya harus menunda kepulangan ke Kalimantan Barat, dan saya harus kembali ke Bandung tempat orang tua saya. Saya dapat tiket di tanggal 30 Januari 2025 harganya Rp1juta lebih. Dalam hal ini yang menjadi pertanyaan saya dimana pengawasan pemerintah terhadap penjualan harga tiket disaat hari besar keagamaan maupun libur panjang, sehingga tidak membuat susah masyarakat yang ingin berpergian. Seperti saya karena tidak ada tiket pesawat, saya bisa pulang ke rumah orang tua saya, tapi bagaimana dengan mereka yang tidak ada sanak keluarga di Jakarta atau daerah lain, kasian mereka harus keluar uang lagi untuk biaya selama di Jakarta,” ujar Wawan.
Wawan berharap pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan menteri terkait lainnya dapat menindak para mafia tiket yang dengan sengaja memanfaatkan situasi hari besar keagamaan maupun libur panjang.
“Yang jadi pertanyaan saya dalam hal ini dimana pengawasan pemerintah, terutama Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN. Disaat seperti hari libur panjang dan hari libur keagamaan, tiket pesawat tidak ada semua penuh, kalaupun ada harganya sangat mahal, dan itu dijual oleh pihak maskapai milik pemerintah yaitu Garuda Indonesia, harga tiket mencapai diangkat Rp7juta. Ya untuk kedepan saya berharap pemerintah bisa lebih tanggap terkait penjualan tiket pesawat, sehingga masyarakat tidak menjadi korban para mafia tiket,” tukas Wawan mengakhiri.*/
Laporan : Devi Lahendra
![]()













