Channeltujuh.com, PONTIANAK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengembangan ekonomi Kalimantan Barat melalui penguatan ekonomi lokal Kalimantan Barat yang prospektif dan berdaya saing, melalui Pengembangan Kawasan Wisata terpadu Kota Singkawang, dan perluasan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khususnya yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Upaya tersebut diwujudkan melalui sinergi OJK bersama pemerintah daerah, industri jasa keuangan, perguruan tinggi, dan pelaku usaha yang mencakup penguatan program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), peluncuran skema kredit bersubsidi bagi usaha mikro dan kecil, serta pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal.
Ketiga inisiatif tersebut menjadi bagian dari kegiatan puncak Sinergi Penguatan Ekonomi Lokal Kalimantan Barat melalui Pemberdayaan UMKM, Pengembangan Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif di Pontianak, Senin, yang dihadiri oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat Rochma Hidayati, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan serta diikuti oleh sejumlah pelaku UMKM di Pontianak.
Rochma Hidayati dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi berkelanjutan untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan akses pembiayaan, serta mengoptimalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk membuka peluang, memperluas pasar, dan memperkuat kolaborasi dalam membangun ekonomi Kalimantan Barat yang lebih berdaya saing. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja terbuka. Ketika pariwisata berkembang, peluang usaha semakin luas. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu bergerak bersama agar pengembangan potensi ekonomi daerah memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,” ujar Rochma, di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Senin 19 Oktober 2026.
Rochma menambahkan bahwa pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif perlu berjalan seiring dengan penguatan kapasitas pelaku UMKM, termasuk melalui peningkatan literasi keuangan, perluasan akses pembiayaan formal, dan pemanfaatan layanan keuangan digital. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi daerah.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan pentingnya memperkuat keterlibatan UMKM dalam pengembangan sektor pariwisata agar pertumbuhan ekonomi daerah memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pengembangan pariwisata harus menjadi momentum untuk memperkuat UMKM sebagai bagian utama dari rantai pasok dan rantai nilai ekonomi daerah. Kita harapkan semakin berkembang pariwisata, semakin besar pula peluang UMKM lokal untuk tumbuh dan naik kelas,” ujar Maman.
Sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah, OJK bersama Pemerintah Kota Singkawang dan sejumlah pemangku kepentingan melakukan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama Penguatan dan Keberlanjutan Program PED Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Kota Singkawang.
Deklarasi tersebut merupakan tindak lanjut Program PED yang telah berjalan sejak Mei 2026 untuk mengoptimalkan potensi pariwisata Singkawang sekaligus memperkuat keterlibatan UMKM lokal dalam ekosistem pariwisata daerah.
Pengembangan kawasan wisata Singkawang sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 hingga 2029 yang menempatkan Singkawang sebagai Mitra Sekunder Superhub Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk klaster eco-tourism dan wellness tourism. Pengembangan ini juga sejalan dengan program strategis Pemerintah Daerah di Kalimantan Barat tentang sinergi kolaborasi pariwisata, dan pengembangan kreativitas seni dan budaya.
Deklarasi komitmen bersama tersebut melibatkan Pemerintah Kota Singkawang, OJK Provinsi Kalimantan Barat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tanjungpura, sembilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Singkawang, Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kota Singkawang, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Batu Belimbing, dan tiga Kelompok Tani di Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pengembangan destinasi wisata dan kegiatan ekonomi masyarakat, sehingga pertumbuhan sektor pariwisata turut menciptakan peluang usaha dan meningkatkan daya saing UMKM lokal.*/
![]()













