Pemerintahan dan Politik

Tanggap Karhutla dan ISPA, Bupati Landak Minta ASN Tak Apel di Luar 

7
×

Tanggap Karhutla dan ISPA, Bupati Landak Minta ASN Tak Apel di Luar 

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, NGABANG – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap pekat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menuntut penanganan yang komprehensif dari berbagai sisi. Tak hanya berjibaku memadamkan titik api di lapangan, Pemerintah Kabupaten Landak juga mengambil langkah humanis sekaligus spiritual untuk menghadapi krisis ekologi ini.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menunjukkan keberpihakannya pada kesehatan dan keselamatan kerja para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak.

Mengingat kualitas udara yang semakin memburuk akibat asap, Karolin menginstruksikan agar kegiatan apel pagi yang rutin digelar di luar ruangan ditiadakan sementara. Sebagai gantinya, para pegawai diarahkan untuk menggelar doa bersama di dalam ruangan kantor masing-masing.

“Kesehatan ASN dan seluruh masyarakat Landak adalah prioritas utama. Mengingat kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap, saya menginstruksikan seluruh instansi untuk meniadakan apel pagi di luar ruangan dan menggantinya dengan doa bersama di dalam ruangan,” ujar Karolin di Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (24/9/26).

Kebijakan ini langsung direspon cepat dan diimplementasikan oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Berdasarkan laporan yang diterima, pelaksanaan doa bersama di dalam ruangan sebagai pengganti apel pagi telah dilakukan secara serentak pada Kamis pagi, termasuk oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Landak dan sejumlah OPD lainnya.

Karolin menekankan bahwa doa bersama ini secara khusus ditujukan untuk memohon keselamatan bangsa, kelancaran aktivitas, serta meminta turunnya hujan agar bencana karhutla segera berakhir.

“Selain mengganggu pernapasan, kabut asap ini juga menghambat aktivitas ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, kita tidak hanya mengandalkan usaha fisik seperti pemadaman, tetapi juga upaya spiritual memohon hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Langkah preventif ini sangat sejalan dengan data kesehatan terkini yang menunjukkan adanya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Landak.

Berdasarkan pantauan data dan pemberitaan terbaru bulan ini, Landak menjadi salah satu daerah terdampak karhutla terparah di Kalbar, hingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat harus turun tangan menyalurkan bantuan logistik darurat dan peralatan pompa air. Untuk merespon ancaman kesehatan tersebut, Pemkab Landak telah menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan di daerahnya.

“Dinas Kesehatan dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) juga kami siagakan 24 jam dengan mendirikan Posko Kesehatan dan menyiapkan suplai oksigen karena kasus ISPA yang mulai meningkat. Maka dari itu, ASN harus mematuhi protokol kesehatan dan menjadi contoh dengan membatasi kegiatan di luar gedung,” tegas Karolin.

Di tengah krisis asap yang mengkhawatirkan ini, inisiatif memindahkan apel pagi menjadi doa bersama tak sekadar bentuk perlindungan nyata bagi abdi negara. Lebih dari itu, kebijakan ini menebarkan pesan positif akan pentingnya kesatuan hati, harapan, dan solidaritas di masa sulit.

“Saya berharap doa bersama yang dilakukan secara serentak ini membawa kebaikan bagi kita semua. Mari kita tetap semangat, saling menjaga kesehatan, dan terus berdoa agar kabut asap segera hilang sehingga langit Landak kembali biru,” pesan Karolin.*/

Loading