Pemerintahan dan Politik

Waspada ISPA Akibat Kabut Asap, Ini Himbauan Bupati Landak 

44
×

Waspada ISPA Akibat Kabut Asap, Ini Himbauan Bupati Landak 

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, NGABANG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Landak, mulai memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Merespons situasi ini, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, memastikan jajaran kesehatan di wilayahnya bersiaga penuh.

Karolin menjelaskan bahwa meskipun tidak ada lonjakan ekstrem, tren kenaikan kasus pernapasan ini sudah terpantau sejak beberapa bulan terakhir.

“Dari kasus ISPA yang terlaporkan tidak ada peningkatan kasus yang signifikan. Peningkatan kasus ISPA telah terjadi dari bulan Juli akibat kabut asap,” ujar Karolin, di Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (17/9/26).

Saat ini, sebaran kasus tertinggi berada di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ngabang. Meski secara medis kelompok rentan terdiri dari balita, ibu hamil, lansia, dan penderita komorbid, data di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

“Dari data persentase kasus ISPA ditinjau melalui kategori umur menunjukan usia dewasa menjadi urutan pertama, dikarenakan pada usia dewasa tingkat aktivitas atau kegiatan di luar rumah sangat tinggi,” jelas Karolin.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Karolin telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan seluruh fasilitas kesehatan di Landak untuk memberikan penanganan maksimal. Fasilitas kesehatan diwajibkan selalu bersiaga dan memastikan ketersediaan obat-obatan memadai.

“Dinkes dan Puskesmas siaga 24 jam dengan mendirikan posko kesehatan dan posko oksigen. Saat ini obat ISPA di puskesmas selalu terpantau dan cukup,” tegas Bupati Landak tersebut.

Lebih lanjut, Karolin mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak juga mengandalkan sistem pelaporan digital yang terintegrasi agar penanganan di lapangan bisa terukur.

“Setiap puskesmas wajib melaporkan kasus ISPA setiap hari melalui aplikasi Kemenkes untuk memantau perkembangan kasus ISPA setiap harinya,” kata Karolin.

Mengingat kondisi udara yang masih fluktuatif, Karolin juga secara khusus mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan dampak dari polusi udara terhadap kesehatan paru-paru. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas menjadi kunci utama memutus paparan.

“Saya mengimbau masyarakat untuk selalu memakai masker dan membatasi kegiatan di luar ruangan, jika tidak sangat penting,” imbau Karolin.

Sebagai informasi, masyarakat diminta untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala ISPA seperti sesak napas, tarikan dinding dada ke dalam, napas berbunyi, demam tinggi terus menerus, penurunan kesadaran, suara serak, hingga gejala dehidrasi.*/

Loading