Pemerintahan dan Politik

Perkuat Tata Kelola, Bank Kalbar Jadikan Implementasi GRC sebagai Fondasi Bisnis Berkelanjutan

9
×

Perkuat Tata Kelola, Bank Kalbar Jadikan Implementasi GRC sebagai Fondasi Bisnis Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, JAKARTA – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat (Kalbar) atau Bank Kalbar terus memperkuat implementasi Governance, Risk and Compliance (GRC) sebagai fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan daya saing perseroan dalam menghadapi peluang serta tantangan industri perbankan di era disrupsi digital.

Direktur Kepatuhan Bank Kalbar, R.S.M. Al Amin menjelaskan bahwa industri perbankan saat ini dihadapkan pada dinamika bisnis yang sangat cepat dan kompleks.

“Secara umum, Bank Kalbar juga menghadapi berbagai tantangan dan isu strategis yang terus berkembang. Tantangan tersebut di antaranya berupa percepatan transformasi digital, dinamika regulasi, peningkatan risiko siber, menjaga kualitas aset, serta penguatan tata kelola,” ujar Al Amin saat memaparkan materi dalam sesi penjurian TOP GRC Awards 2026 di Jakarta, baru-baru ini.

Al Amin menegaskan, penerapan GRC di Bank Kalbar kini tidak lagi sekadar untuk memenuhi kewajiban regulasi (compliance). Lebih dari itu, sistem ini telah bertransformasi menjadi pendorong bisnis (business enabler) yang mendukung pengambilan keputusan secara hati-hati (prudent) dan berkelanjutan.

“Penerapan GRC menjadi fondasi strategis untuk memastikan tata kelola berjalan dengan baik, pengelolaan risiko dilakukan secara terukur, dan kepatuhan terhadap regulasi tetap terjaga. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis perusahaan dapat terus berlangsung secara sehat,” tuturnya.

Lebih lanjut Al Amin mengatakan komitmen kuat dalam mengimplementasikan GRC ini terbukti berdampak positif terhadap performa finansial perseroan. Sepanjang tahun 2025, tata kelola yang baik berhasil menopang kinerja keuangan Bank Kalbar secara signifikan.Bank Kalbar mencatat pencapaian total aset sebesar Rp27,68 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp21,11 triliun. Selain itu, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp18,07 triliun, dan laba bersih yang dibukukan mencapai Rp511,14 miliar.

“Lewat kinerja solid tersebut, kami (Bank Kalbar-red) berhasil mempertahankan Peringkat Komposit Tingkat Kesehatan Bank (TKB) di Peringkat 2 (Sehat), yang didukung oleh rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang sangat kuat, yakni sebesar 36,97 persen,” tukas Al Amin.*/

Loading