Pemerintahan dan Politik

Atasi Darurat Air di Hilir Kantor, Karolin Dorong Normalisasi Sungai ke Pemerintah Pusat

6
×

Atasi Darurat Air di Hilir Kantor, Karolin Dorong Normalisasi Sungai ke Pemerintah Pusat

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, HILIR KANTOR – Musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di Kabupaten Landak membuat Bupati Karolin Margret Natasa turun langsung ke permukiman warga. Ia memimpin pendistribusian air bersih secara gratis di halaman Masjid Babul Hasanah, Gang Damai, Dusun Hilir Kantor, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.

Kehadiran Karolin disambut antusias oleh warga yang sudah kesulitan mendapatkan air layak pakai karena sumur-sumur mereka mengering. Air yang tersisa pun dikeluhkan warga berbau lumpur dan memicu gatal-gatal.

Di lokasi, Karolin langsung mengawal mobil tangki dan menenangkan warga yang berdesakan mengantre membawa jerigen. Ia menjamin bahwa pasokan air akan terus diupayakan merata ke seluruh warga yang terdampak.

“Nanti dia kembali bawa lagi air, Bu. Nanti abis ini, kita isi ulang kembali,” ujar Karolin menenangkan warganya di sela-sela antrean, Selasa 22 September 2026.

Sembari memantau pengisian air dari selang tangki, Karolin berdialog dan memberikan semangat kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan harapannya agar bencana kekeringan ini lekas usai.

“Ayo, ayo, mulai kita isi airnya. Mudah-mudahan saja hujan. Air ini juga kita takut kering,” tutur Karolin.

Menanggapi krisis air yang terjadi, Karolin menjelaskan bahwa pasokan air reguler ke rumah warga terhenti akibat menyusutnya sumber air baku secara drastis, sehingga pemerintah terpaksa membagi distribusi melalui skema zonasi.

“Saat ini kondisi air baku kita memang kurang, sehingga pembagian air dilakukan setiap wilayah. Riam Stegung sudah tidak mengalir airnya, maka kita antisipasi dengan menambah kapasitas pompa untuk mengantisipasi pasokan dari Sungai Landak,” ungkap Karolin memaparkan skema penanganan jangka pendek.

Lebih lanjut, Karolin menyoroti parahnya pendangkalan sungai yang membuat alat pompa air tidak bisa bekerja maksimal. Sebagai langkah strategis jangka panjang, ia tengah mendorong program pengerukan sungai ke pemerintah pusat.

“Kita sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Satuan Kerja (Satker) Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I untuk melakukan normalisasi sungai. Permukaan Sungai Landak ini sekarang hanya 80 sentimeter, dan 30 sentimeter di antaranya adalah pasir serta limbah. Pemompaan tidak akan maksimal jika level air tidak mencapai 1,5 hingga 2 meter,” tegas Karolin.*/

Loading