Pemerintahan dan Politik

Gunakan Dana Cadangan, Karolin Serahkan Bantuan untuk Korban Musibah di Landak

19
×

Gunakan Dana Cadangan, Karolin Serahkan Bantuan untuk Korban Musibah di Landak

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, NGABANG – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, secara langsung menyerahkan bantuan sosial (bansos) dan tanggap darurat bencana alam kepada sejumlah warga Kabupaten Landak yang tertimpa musibah, di Kantor Bupati Landak, Ngabang, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu 22 Juli 2026.

Penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Karolin tampak berdialog langsung dengan warga penerima bantuan. Ia menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah ini difokuskan bagi masyarakat kurang mampu agar mereka merasa terbantu dalam menghadapi musibah.

“Hari ini kita menyerahkan bantuan sosial kepada bapak, ibu, rekan-rekan, dan saudara kita yang tertimpa musibah yang beragam, ada yang bencana alam, ada yang kecelakaan. Bagi masyarakat yang tidak mampu,” ungkap Karolin usai menyerahkan bantuan.

Karolin juga menyampaikan duka citanya atas rentetan musibah yang menimpa warganya akhir-akhir ini.

“Kami menyampaikan keprihatinan terhadap musibah yang mereka alami, dan kita membantu sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” tuturnya.

Berdasarkan data penyaluran Tahap 1 Tahun 2026, terdapat sembilan warga yang menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak pada periode ini.

Bantuan tersebut disalurkan untuk berbagai jenis musibah dan kebutuhan sosial, di antaranya untuk korban bencana kebakaran empat penerima, musibah puting beliung satu penerima, dan bencana tanah longsor satu penerima.

Selain itu, Pemkab Landak juga memberikan atensi kepada warga yang membutuhkan bantuan kesehatan, yakni berupa biaya perawatan dan pengobatan satu penerima, serta penyediaan alat bantu fisik berupa kaki palsu dua penerima.

Lebih lanjut, Karolin menjelaskan bahwa anggaran yang digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan sosial dan kebencanaan ini bersumber dari pos dana cadangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Langkah ini diambil mengingat musibah dan bencana merupakan kejadian luar biasa yang tidak bisa diprediksi.

“Kita menggunakan dana cadangan untuk bantuan sosial, karena memang ini semua kan tidak dapat direncanakan,” jelas Karolin.

Meski dana cadangan yang dimiliki pemerintah daerah tidak dalam jumlah besar, Karolin memastikan pihaknya akan terus merespons cepat keluhan masyarakat.

“Ada pos anggaran dana cadangan untuk bencana dan musibah, walaupun jumlahnya tidak banyak dan sangat terbatas, tapi kami tetap berupaya agar bisa memberikan bantuan kepada masyarakat kita yang mengalami musibah. Mudah-mudahan bermanfaat,” pungkasnya.*/

Loading