Pemerintahan dan Politik

Fasilitas Ketinggalan Zaman, Karolin Perjuangkan Pembangunan Tiga Tahap RSUD Landak

26
×

Fasilitas Ketinggalan Zaman, Karolin Perjuangkan Pembangunan Tiga Tahap RSUD Landak

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, PONTIANAK – Terbatasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat pemotongan dana transfer ke daerah tak menyurutkan langkah Bupati Landak Karolin Margret Natasa untuk memperjuangkan fasilitas publik di Kabupaten Landak.

Ia mengambil langkah proaktif dengan melobi pemerintah pusat melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Barat di Pontianak.

Ada dua infrastruktur vital yang diperjuangkan Karolin dalam pertemuan tersebut, yakni pembangunan Pasar Rakyat dan revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak.

Terkait pasar, Karolin memaparkan bahwa kondisi pasar rakyat di Landak saat ini sudah sangat tidak layak secara lingkungan. Upaya mandiri sebenarnya telah direncanakan, namun terganjal persoalan plafon pembiayaan.

“Hitungan kami 45 miliar, Bank Kalbar hanya berani kasih pinjaman 30 miliar rupiah. Kurangnya banyak sekali, jadi saya ragu-ragu untuk meminjam, takut nanti mangkrak,” ungkap Karolin, di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Senin (13/7/26).

Untuk itu, Karolin meminta pemerintah pusat turun tangan merealisasikan pembangunan pasar ini, mengingat Pemerintah Kabupaten Landak telah membebaskan lahannya pada tahun ini.

Menurut Karolin, RSUD Landak sudah tertinggal zaman dan belum pernah mendapatkan penambahan fasilitas secara masif. Di sisi lain, jumlah pasien yang datang terus melonjak drastis setiap tahunnya.

“Tingkat keterisian tempat tidur kita sudah sangat tinggi. Kalau sekarang mau kirim pasien ke rumah sakit Landak itu tidak susah karena penuh terus, kita dikomplain terus,” keluhnya.

Guna memberikan solusi, masterplan yang dibawa Karolin memuat desain pembangunan tiga tahap. Pembangunan gedung rawat inap di tahap awal dirancang agar tidak mengganggu operasional pelayanan rumah sakit yang sudah berjalan.

“Yang pasti ini lahan tidak ada masalah, operasional rumah sakit tidak ada masalah. Kalau memang ada dananya, tinggal tancap saja. Sisanya urusan saya,” pungkas Karolin.*/

Loading