Hukum dan TNI/Polri

Korupsi Berjamaah Megaproyek MBG Terkuak, LAKI Desak Kejagung Periksa SPPG

×

Korupsi Berjamaah Megaproyek MBG Terkuak, LAKI Desak Kejagung Periksa SPPG

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Burhanudin Abdullah atau yang akrab disapa Burhan mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam pemberian insentif kepada mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, hal ini disampaikan Burhan dalam keterangan pers di Jakarta.

Menurut Burhan dengan ditangkapnya Dadan selaku mantan Kepala BGN beserta beberapa orang lainnya, tidak menutup kemungkinan telah terjadi korupsi berjamaah hingga ke tingkat SPPG.

“Untuk itu LAKI meminta Kejagung memberantas praktik korupsi berjamaah ini hingga ke akar-akarnya,” tegas Burhan, di Jakarta, Kamis 4 April 2026.

Dikatakan Burhan, Kejagung dalam kasus korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah pemberian insentif kepada Kepala BGN oleh SPPG. Karena itu LAKI meminta Kejagung wajib memeriksa SPPG yang terlibat.

Burhan menilai program MBG dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka cukup baik untuk peningkatan gizi anak dan harus mendapat dukungan semua pihak.

“Sangat tepat Presiden Prabowo mengambil sikap tegas dengan mencopot kepala dan jajaran yang terlibat, lalu segera mengganti pejabat yang memiliki kemampuan serta memikirkan kepentingan rakyat,” kata Burhan.

Lanjut Burhan mengatakan dalam hal ini LAKI juga mengapresiasi respons cepat Kejagung yang berhasil mengungkap para aktor yang menimba keuntungan di balik megaproyek MBG.

“Sejak awal sudah terdeteksi permainan dalam penentuan titik lokasi SPPG. Alasannya titik yang ada sudah penuh. Faktanya hanya pihak-pihak tertentu saja yang bisa mendapatkan megaproyek MBG,” cetus Burhan.

Untuk itu, jelas Burhan harus ada evaluasi sistem dan pengawasan menyoroti lemahnya sanksi saat terjadi persoalan di SPPG, seperti kasus keracunan makanan dan menu tidak layak.

“Para pejabat BGN tidak memberikan sanksi tegas dan keras, sehingga kejadian demi kejadian terus terulang baik kasus keracunan maupun kasusu lainnya. Kita berharap penangkapan para oknum BGN menjadi pelajaran untuk menata sistem yang lebih baik ke depan. LAKI juga berharap program MBG tepat disalurkan ke daerah tertinggal yang benar-benar membutuhkan makanan bergizi,” harap Burhan.

Lebih jauh Burhan mengatakan LAKI mengusulkan agar Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran memperkuat pengawasan dengan melibatkan masyarakat dan pihak akademis agar efektif dan optimal program MBG dilapangan.

“Insyaallah dalam waktu dekat LAKI akan mendatangi kantor pusat BGN untuk mengevaluasi para pejabat BGN wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), guna mencari orang-orang yang benar-benar bekerja untuk rakyat bukan untuk keuntungan pribadi atau kelompok,” tukas Burhan mengakhiri.*/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *