Channeltujuh.com, PONTIANAK – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah 2026 Masehi, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pontianak, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Endang Tri Purwanto, melaksanakan kegiatan Safari Ramadan melalui program Subuh Keliling (Suling) di Masjid Jami’ Sultan Syarif Abdurrahman di Jalan Tanjung Raya I, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Senin 9 Maret 2026.
Kegiatan tersebut diisi dengan Shalat Subuh berjamaah bersama masyarakat serta tausyiah singkat dalam rangka meningkatkan keimanan dan mempererat silaturahmi antara kepolisian dengan masyarakat selama bulan Ramadhan.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan tausyiah oleh Ustadz Das’ad Latif yang memberikan pesan tentang pentingnya kecintaan umat Islam terhadap masjid serta menjaga ketertiban dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausyiahnya, ia mengibaratkan orang Islam di dalam masjid seperti ikan di dalam kolam. Menurutnya, sebagaimana ikan yang hidup nyaman di kolamnya, seorang muslim seharusnya merasa tenang dan bahagia berada di dalam masjid. Jika ada yang tidak senang berada di masjid, maka hal tersebut menjadi pengingat agar memperbaiki kondisi spiritual dan kedekatan dengan Allah SWT.
Selain itu, ia juga mengingatkan generasi muda untuk selalu menjaga ketertiban dan mematuhi aturan. Ia menyampaikan bahwa siapa pun boleh memiliki hobi atau keinginan menjadi pembalap, namun harus dilakukan di tempat yang semestinya dan tidak membahayakan orang lain.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto dalam kesempatan tersebut mengajak para jamaah untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan.
“Melalui kegiatan Safari Ramadan dan Subuh Keliling ini, diharapkan hubungan antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan masyarakat semakin erat serta tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif selama bulan suci Ramadan di Kota Pontianak,” harapnya.*/












