Pemerintahan dan Politik

Jaga Daya Beli Desa, Karolin Gulirkan Pangan Murah Bertahap

×

Jaga Daya Beli Desa, Karolin Gulirkan Pangan Murah Bertahap

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, SEBADU – Sejak pagi, halaman Desa Sebadu, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat sudah dipenuhi warga yang datang membawa tas belanja. Di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pemerintah daerah menjadi ruang harapan agar dapur keluarga tetap terjaga.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa membuka langsung kegiatan tersebut, berbagai bahan pokok disediakan dengan harga lebih rendah dari pasaran, mulai dari beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, bawang putih dan merah, mentega, tepung terigu, susu kental manis, telur ayam, hingga gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (Kg).

Di hadapan warga, Karolin menegaskan bahwa gerakan pangan murah merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk meredam dampak kenaikan harga pangan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat desa.

“Ini merupakan instrumen penting untuk mengendalikan inflasi serta memastikan stabilisasi pasokan dan harga pangan sepanjang tahun 2026 di Kabupaten Landak,” ujarnya, di Sebadu, Selasa (24/2/26).

Ia mengakui, tren kenaikan harga pangan pokok strategis saat ini terasa hingga ke tingkat rumah tangga. Karena itu, intervensi pemerintah diperlukan agar daya beli masyarakat tetap bertahan.

Karolin juga menegaskan, pelaksanaan GPM tidak hanya berhenti di satu titik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak telah menjadwalkan kegiatan serupa secara bertahap di seluruh kecamatan hingga Desember 2026.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya di Kecamatan Mandor, dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Di sela kegiatan, Karolin turut mengingatkan pentingnya kemandirian pangan keluarga. Ia mengajak warga desa tetap menanam padi di sawah atau ladang serta memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-sayuran.

“Kita ingin keluarga di desa tetap kuat secara pangan. Pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam kebutuhan sehari-hari,” pesannya.*/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *