Channeltujuh.com, NGABANG – Selain penguatan layanan rujukan, pemerintah juga mulai memperbaiki layanan primer. Di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Ngabang, misalnya, telah diterapkan sistem informasi kesehatan (Infokes) untuk mempercepat pencatatan pasien dan pelaporan layanan.
Digitalisasi ini bertujuan memperpendek waktu tunggu masyarakat sekaligus meningkatkan akurasi data kesehatan daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak memandang modernisasi puskesmas sebagai fondasi penting, mengingat sebagian besar penduduk masih mengandalkan layanan kesehatan tingkat pertama.
“Modernisasi layanan primer penting agar masyarakat mendapat pelayanan yang cepat, akurat, dan manusiawi,” kata Karolin, di Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (22/2/26).
Tantangan besar muncul pada awal 2026 ketika terjadi penonaktifan massal peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara nasional. Data Pemerintah Kabupaten Landak menunjukkan 19.171 warga terdampak kebijakan tersebut.
Situasi ini berpotensi menimbulkan kerentanan baru, terutama bagi masyarakat miskin yang sangat bergantung pada jaminan kesehatan.
Karolin merespons dengan pendekatan mitigatif. Ia memastikan layanan kegawatdaruratan tetap berjalan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis segera. Pemerintah daerah juga menginstruksikan perangkat desa dan puskesmas aktif mendampingi warga dalam proses verifikasi dan pengusulan kembali kepesertaan.
“Kami tidak ingin masyarakat yang membutuhkan justru terputus dari layanan kesehatan. Pemkab Landak akan terus mengawal proses verifikasi agar warga yang berhak bisa kembali terjamin,” tegas Karolin.
Langkah lain yang ditempuh adalah membuka jalur reaktivasi bagi pasien dengan penyakit katastropik melalui mekanisme usulan berjenjang. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah warga rentan terputus dari layanan kesehatan selama masa penertiban data nasional.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa penataan data memang penting agar bantuan tepat sasaran, namun aspek kemanusiaan tetap harus menjadi pertimbangan utama.*/
![]()













