Channeltujuh.com, SENGAH TEMILA – Suasana Minggu malam terasa berbeda di salah satu sudut wilayah Kecamatan Sengah Temila. Di tengah keasyikan warga yang sedang nongkrong santai, patroli malam Kepolisian hadir bukan dengan jarak dan ketegangan, melainkan dengan senyum, sapa, dan obrolan penuh keakraban.
Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Sengah Temila menyempatkan diri berhenti dan menyapa sekelompok warga, khususnya kaum perempuan yang tengah menikmati waktu bersama. Dalam suasana santai dan bersahabat, polisi memberikan imbauan kamtibmas serta pesan-pesan penting terkait kewaspadaan terhadap potensi kejahatan, terutama yang kerap menyasar perempuan pada malam hari.
Dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, petugas mengingatkan agar tetap menjaga keselamatan diri, tidak pulang sendirian larut malam, serta segera melapor apabila melihat atau mengalami hal-hal mencurigakan.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Landak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Devi Ariantari, melalui Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sengah Temila Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ecep Maman Hermawan, secara terpisah menjelaskan bahwa patroli malam tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat.
“Patroli ini kami lakukan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami ingin warga merasa aman, nyaman, dan tidak sungkan berkomunikasi dengan polisi, terlebih kepada kaum perempuan yang rentan menjadi sasaran kejahatan,” ujar Ecep, di Sengah Temila, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (1/2/26).
Lanjut Ecep menambahkan, pendekatan humanis menjadi kunci dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Menurutnya, dialog langsung di lapangan mampu menciptakan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga diri dan lingkungan sekitar.
“Kami ingin pesan kamtibmas tersampaikan tanpa kesan menggurui. Dengan ngobrol santai seperti ini, warga lebih terbuka dan pesan lebih mudah diterima,” tambah Ecep.
Sementara itu, salah satu warga yang disapa polisi mengungkapkan rasa senang dan apresiasinya atas kehadiran patroli malam tersebut. Ia merasa diperhatikan dan dilindungi, terutama sebagai perempuan yang sering beraktivitas pada malam hari.
“Rasanya aman dan senang, polisi tidak hanya lewat tapi juga menyapa dan mengingatkan kami. Jadi kami lebih waspada dan merasa tidak sendirian,” ungkapnya sambil tersenyum.*/












