Hukum dan TNI/Polri

Kalapas Pontianak Tutup Pesantren Ramadan 1447 Hijriah Warga Binaan

×

Kalapas Pontianak Tutup Pesantren Ramadan 1447 Hijriah Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, PONTIANAK – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Pontianak, Ridha Ansari menutup seluruh rangkaian kegiatan pesantren Ramadan 1447 Hijriah 2026 Masehi di Masjid Miftahul Jannah, Lapas Kelas IIA Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Penutupan pesantren Ramadan ini juga dihadiri pimpinan Pondok Pesantren Ulil Albab, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat, ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalimantan Barat, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Kalimantan Barat, perwakilan Kementerian Agama Kota Pontianak, perwakilan Wahdah Islamiyah Pontianak, serta jajaran petugas Lapas Pontianak.

Kalapas Pontianak, Ridha Ansari mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyukseskan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 hijriah di Lapas Pontianak.

“Kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah ini kita mulai sejak tanggal 19 Februari 2026 hingga 17 Maret 2026 yang diikuti oleh warga binaan Lapas Pontianak,” jelas Ridha, Selasa (17/3/26).

Ridha berpesan kepada seluruh peserta pesantren yang merupakan warga binaan agar menjadikan momentum ini sebagai barometer dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik selama berada di dalam Lapas maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Adapun rangkaian kegiatan yang diikuti oleh warga binaan di Pesantren Ramadan ini diantaranya yaitu belajar mengaji, pembelajaran fardu kifayah, terapi asmaul husna, latihan alat musik hadrah, latihan da’i, hafalan doa, tausiyah keagamaan, shalat tarawih berjamaah beserta kultum, tadarus hingga penyaluran zakat fitrah,” jelas Ridha.

Lebih lanjut, ridha menyampaikan motto yang menjadi semangat dalam kegiatan ini, yakni masuk sebagai narapidana, keluar sebagai santri, yang merupakan harapan agar seluruh warga binaan dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih baik melalui pembinaan keagamaan yang telah diikuti.

“Jadikan apa yang telah didapat selama mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan ini sebagai pegangan hidup sehingga mampu memberikan dampak positif serta meningkatkan keimanan guna menjadi pribadi yang lebih baik dimasa mendatang,” tukas Ridha.*/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *