Channeltujuh.com, BENGKAYANG – Harapan warga Desa Tapen dan Desa Suti Semarang untuk memiliki akses transportasi yang layak kini semakin dekat. Komando Distrik Militer (Kodim) 1209/Bengkayang melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1209-06/Ledo, Sersan Dua (Serda) Irfan, turun langsung melakukan monitoring lokasi rencana pembangunan jembatan gantung di Desa Muhi Bersatu, Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu 1 Februari 2026.
“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan dukungan sosial masyarakat sebelum tiang pancang pertama ditancapkan,” kata Komandan Distrik Militer (Dandim) 1209/Bengkayang melalui Babinsa Koramil 1209-06/Ledo, Serda Irfan.
Selama ini, akses antara kedua desa tersebut cukup terbatas, lanjut Irfan mengatakan ketiadaan jembatan yang memadai membuat mobilitas warga tersendat, baik untuk aktivitas ekonomi maupun akses anak-anak menuju sekolah.
“Oleh karena itu, pembangunan jembatan gantung ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi nyata untuk memutus isolasi wilayah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Irfan mengatakan Kodim Bengkayang bersinergi dengan tim teknis dan tokoh masyarakat setempat untuk memetakan kondisi medan. Pendampingan intensif dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini bertujuan meminimalisir potensi hambatan di lapangan, sehingga proses konstruksi nantinya dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
“Dalam hal ini Kodim 1209/Bengkayang berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan pembangunan ini. Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan segera terwujud demi meningkatkan taraf hidup, kesehatan, dan pendidikan masyarakat di Kabupaten Bengkayang,” pungkasnya.*/












