Pemerintahan dan Politik

Bupati Landak Launching Tanaman Terpadu Kedelai dan Ubi Kayu dari HKTI

32
×

Bupati Landak Launching Tanaman Terpadu Kedelai dan Ubi Kayu dari HKTI

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, TUBANG RAENG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara resmi meresmikan atau melaunching penyuluhan dan percontohan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Kedelai dan Ubi Kayu yang diinisiasi oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Landak tahun 2025 di Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Senin 29 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Karolin menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi di Kabupaten Landak. Hal ini terbukti dari kontribusi sektor pertanian sebagai penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar bagi daerah.

Hal ini terbukti dengan Kabupaten Landak menempati peringkat pertama Luas Tambah Tanam (LTT) di Kalbar, dengan demikian Karolin mengapresiasi kerja keras para petani dan seluruh pemangku kepentingan yang telah menempatkan Kabupaten Landak di posisi puncak dalam sektor tanaman pangan di tingkat provinsi.

“Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Landak menempati peringkat pertama LTT seluruh Kalimantan Barat dengan capaian 10.972 hektare. Capaian ini melebihi target yang diberikan dan memperkokoh posisi Landak sebagai sentra pangan utama,” ujar Karolin.

Inovasi Teknologi melalui PTT Terkait program PTT Kedelai dan Ubi Kayu, Karolin menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengenalkan teknologi budidaya yang tepat guna dan efisien kepada petani. Melalui lahan percontohan, petani diharapkan tidak hanya mendengar teori, tetapi melihat langsung praktik pertanian berkelanjutan yang sesuai dengan kondisi lahan setempat.

“Kegiatan ini adalah sarana pembelajaran agar petani memahami teknologi yang mampu meningkatkan hasil dan kualitas produksi, sekaligus menciptakan efisiensi usaha tani,” tambahnya.

Karolin juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari penyuluh hingga jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), untuk bersinergi mendukung program pemerintah.

“Saya berharap model pengelolaan tanaman terpadu ini dapat diduplikasi oleh kelompok tani lain di seluruh Kabupaten Landak,” tukas Karolin.*/

Loading