Channeltujuh.com, NGABANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas guru, sarana prasarana, serta tata kelola dan manajemen sekolah.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, dalam sambutannya saat membuka kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Zona Kecamatan Ngabang tahun 2025, di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu, 5 November 2025.
Dalam sambutannya, Karolin menyampaikan bahwa musyawarah guru ini bukan sekadar forum pertemuan rutin, tetapi menjadi laboratorium ide dan kolaborasi bagi para guru.
Melalui forum ini, lanjut Karolin, para pendidik diharapkan dapat berdiskusi, menganalisis, serta merancang strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman dan semangat Kurikulum Merdeka.
“Guru harus hadir sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu mengarahkan peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter,” tegas Karolin.
Lebih lanjut, Karolin menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai langkah, seperti peningkatan kompetensi guru, penguatan digitalisasi sekolah, pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, hingga penguatan tata kelola sekolah. Namun, menurutnya, sarana terbaik dalam pendidikan adalah guru itu sendiri.
“Guru yang tulus, berintegritas, dan mengajar dengan hati merupakan pilar utama yang menentukan arah masa depan pendidikan di Kabupaten Landak,” ujar Karolin.
Dalam visi pembangunan daerah tahun 2025–2029, Pemkab Landak bertekad mewujudkan daerah yang mandiri, maju, dan sejahtera. Misi besar ini, kata Karolin, tidak akan tercapai tanpa dukungan dunia pendidikan yang kuat. Dunia pendidikan yang kuat hanya bisa dibangun jika gurunya hebat, berkarakter, dan bersemangat membangun generasi penerus bangsa.
Melalui kegiatan MGMP ini, Karolin juga mengajak seluruh guru untuk terus menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat serta menggunakan forum MGMP sebagai ruang memperbarui wawasan, meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional, serta berbagi pengalaman antar guru dan sekolah.
“Saya berharap dari musyawarah ini akan lahir gagasan baru, model pembelajaran yang menarik, metode evaluasi yang kreatif, serta inovasi pembelajaran digital yang sesuai dengan semangat zaman,” harap Karolin.*/












