News

Berawal dari Pengalaman di Kantor Berita PAB, Kini Burhan Dirikan MCI

×

Berawal dari Pengalaman di Kantor Berita PAB, Kini Burhan Dirikan MCI

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, KUBU RAYA – Ketua Umum (Ketum) Media Center Indonesia (MCI), Burhanuddin Abdullah yang akrab disapa Burhan mengatakan berdirinya MCI berawal dari keprihatinan dirinya terhadap profesi wartawan yang masih minim dari kata sejahtera dan jauh dari perlindungan oleh hukum. Intimidasi serta kekerasan terhadap wartawan sering terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Lahirnya MCI juga bermuara pada pengalaman Burhan yang mana di era orde baru (orba) hingga era reformasi dirinya menjadi wartawan di Kantor Berita Persatuan Angkatan Bersenjata (PAB) untuk wilayah Kalimantan Barat.

Dari pengalaman itulah Burhan merasakan berbagai tantangan menjadi seorang wartawan yang penuh dengan resiko kerja yang cukup tinggi namun tidak seimbang dengan kesejahteraan yang di dapatkan.

“Ya hari ini saya ingin menyampaikan kabar gembira bahwa saya tidak main-main mendirikan MCI, kini MCI telah resmi berbadan hukum dan terdaftar hak ciptanya. Dengan status tersebut, nama MCI kini dilindungi secara hukum dan tidak dapat digunakan oleh pihak lain tanpa izin resmi dari pemiliknya. MCI juga sudah memiliki Administrasi Hukum Umum (AHU). Semoga di bawah payung MCI kita dapat bersama-sama menyatukan visi misi dan dapat memberikan perlindungan hukum kepada para wartawan serta memperjuangkan kesejahteraan bagi wartawan di seluruh Indonesia,” kata Burhan, di Kantor MCI Pusat, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (28/10/25).

Lanjut Burhan menjelaskan, dengan legalitas yang lengkap termasuk izin berbadan hukum CV. MCI kini memiliki dasar kuat untuk mengembangkan berbagai kegiatan usaha yang bisa meningkatkan kesejahteraan para anggota yang sebagian besar merupakan wartawan dari berbagai daerah.

“Saya pernah menjadi wartawan di era Orba hingga reformasi, bersama sahabat saya yang juga merupakan pentolan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat, Ali Hanafiah bersama beberapa wartawan kami sepakat untuk membentuk suatu wadah bagi wartawan yaitu MCI. Alhamdulillah sekarang MCI sudah resmi dan sudah berbadan hukum tinggal dikembangkan saja usahanya. Kita ingin kehidupan anggota MCI, para wartawan, bisa lebih meningkat,” ujar Burhan.

Selain fokus pada peningkatan kesejahteraan anggota, Burhan juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kemitraan strategis antara MCI dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Barat.

“Ingat bahwa peran media sangat penting dalam mendukung pembangunan dan keterbukaan informasi publik. Tanpa media, gubernur, walikota, bupati tidak akan tahu kondisi sebenarnya di Kalimantan Barat. Artinya wartawan adalah mitra kerja para pejabat publik bukan musuh mereka,” tegas Burhan.

Sebagai langkah konkret, Burhan yang juga merupakan pendiri Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) ini mengatakan MCI akan menerbitkan kartu keanggotaan resmi bagi para anggotanya untuk memperkuat identitas dan profesionalitas di lapangan.

“Intinya, saya ingin memperjuangkan kesejahteraan anggota MCI agar profesi wartawan semakin dihargai dan memiliki wadah yang sah secara hukum,” tukas Burhan mengakhiri.*/

Laporan : Devi Lahendra 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *