Pemerintahan dan Politik

Tunaikan Nazar, Karolin dan Suami Bayar Niat ke Makam Raja Abdul Kahar

×

Tunaikan Nazar, Karolin dan Suami Bayar Niat ke Makam Raja Abdul Kahar

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, NGABANG – Menjadi orang nomor satu di Kabupaten Landak, tak membuat Karolin Margret Natasa putri pertama dari pasangan Cornelis dan Frederika Cornelis lupa dengan adat, budaya serta para leluhur yang telah membangun tanah Landak menjadi tanah betuah yang kini dinikmati para generasi penerus saat ini.

Terpilih kembali menjadi Bupati Landak untuk yang kedua kalinya, dengan masa jabatan dari tahun 2025 hingga 2030, Karolin memiliki nazar atau niat yang kini ia tunaikan setelah dirinya dan Erani memimpin Kabupaten Landak hingga lima tahun kedepan.

Ritual bayar niat Karolin dan suami dipimpin langsung oleh Ustadz Sodikun, dengan menguntaikan doa selamat untuk Bupati Landak Karolin Margret Natasa dan Wakil Bupati Landak Erani, agar diberikan kesehatan, kemudahan, kebijaksanaan, keadilan dalam memimpin Kabupaten Landak.

“Saya bersama suami memiliki niat jika saya kembali terpilih menjadi bupati saya akan ziarah ke makam Raja Abdul Kahar yang berada di Desa Mungguk, dan hari ini niat itu saya tunaikan. Dan hari ini saya bersama suami melakukan ritual bayar niat,” ucap Karolin di Desa Mungguk, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (26/4/25).

Karolin juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara bayar niat dirinya dan suami di makam Raja Abdul Kahar.

“Ritual ini sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kami kepada para leluhur yang telah berjasa membangun Landak. Kami memohon restu agar dalam memimpin, kami senantiasa diberi keberkahan, perlindungan, dan kekuatan untuk mengemban amanah rakyat hingga lima tahun kedepan,” kata Karolin.

Lebih lanjut Karolin berpesan makna dari bayar niat yang dilakukannya saat ini, tidak hanya sebatas ritual sakral, namun ada makna lainnya yang harus ditanamkan kepada masyarakat Kabupaten Landak dan para generasi muda penerus bangsa.

“Perlu kita ambil makna dari bayar niat saya dan suami hari ini, ini bukan hanya ritual seremonial saja, tapi ini memiliki makna sakral yang harus terus ditanamkan pada masyarakat, tidak memandang suku maupun agama, karena menghormati para leluhur dan melestarikan budaya lokal adalah tugas kita semua, tugas semua suku dan agama. Kita harus mengenal akar kita dari mana asal kita dari mana, agar kita tidak kehilangan arah untuk mengarungi kehidupan ini. Akar budaya yang kuat menjadi pondasi penting dalam membangun masa depan, khususnya bagi generasi muda, ingat pesan bung Karno jangan lupakan sejarah atau Jasmerah,” tukas Karolin mengakhiri.*/

Laporan : Deckie 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *