Channeltujuh.com, SEBADU – Calon Bupati Landak nomor urut 01 Karolin Margret Natasa didampingi partai koalisi serta beberapa politisi yang juga anggota Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Landak, melaksanakan kampanye di Desa Sebadu, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.
Kampanye di lokasi ini merupakan titik ke 10 yang didatangi Karolin dalam satu hari, yang turut diikuti politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Kalimantan Barat yang juga merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi PDI Perjuangan, Cornelis.
Di hadapan ribuan masyarakat Calon Bupati Landak nomor urut 01, Karolin Margret Natasa kembali mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilih tanggal 27 November 2024 yang hanya tinggal mengitung hari.
Dikatakan Karolin dari program-program serta konsep pembangunan yang telah dilaksanakan pada periode pertama dirinya menjabat sebagai Bupati Landak pada 2017 hingga 2022 lalu, dinilainya cocok untuk Kabupaten Landak.
“Hal itu diantaranya terlihat dari kondisi ketahanan pangan yang baik saat saya menjabat, dengan produtivitas padi dan jagung tertinggi di Kalimantan Barat. Bukan kebetulan, tapi karena memang konsep pembangunan ini berarti sudah cocok dengan kita di Kabupaten Landak. Tinggal kita lanjutkan pembangunannya,” ucap Karolin, di Sebadu, Jum’at (15/11/24) malam.
Kembali ditegaskan Karolin, bahwa program pertanian dan perkebunan masih menjadi prioritas. Termasuk sektor pendidikan, kesehatan dan termasuk prioritas infrastruktur jalan dan jembatan.
“40 persen anggaran akan kita gunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan serta infrastruktur, yang selama ini tertinggal,” tutur Karolin.
Sementara Anggota DRPD Kabupaten Landak Fraksi PDI Perjuangan, Heri Saladot menyampaikan selain dibolehkan secara aturan untuk menjadi kepala daeran sebanyak dua periode, keberlanjutan program untuk memaksimalkan pembangunan juga penting.
“Sehingga bisa menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat untuk menentukan pilihan kepada Karolin dan Erani. Ibu Karolin tidak ada kesalahan. Selama ini juga membangun masyarakat. Jalan yang rusak bukan karena Karolin tidak membangun,” jelas Heri.
Kondisi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) juga berpengaruh terhadap alokasi pembangunan, dengan mendahulukan anggaran daerah demi kesehatan masyarakat.
“Sebenarnya sudah ada semuanya pos-pos anggaran pembangunan cuma ditunda dahulu. Memikirkan masyarakat agar sehat,” terang Heri.
Untuk itu Heri berharap, pada Rabu, 27 November 2024 nanti masyarakat bisa menjatuhkan pilihan kepada pasangan Karolin-Erani agar keberlanjutan program Landak Hebat.*/
Laporan : Deckie












