Channeltujuh.com, TELUK GERUGUK – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menerima penyerahan fasilitas pengolah emas bebas merkuri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia di Desa Teluk Geruguk, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
Acara penyerahan fasilitas itupun difasilitasi oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas Hulu.
Camat Boyan Tanjung, Agus Hariadi mengapresiasi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, atas realisasi pembangunan fasilitas pengolahan emas tanpa merkuri untuk masyarakat Teluk Geruguk dan sekitarnya.
“Desa Teluk Geruguk berada di pedalaman tapi dapat perhatian dan sentuhan pembangunan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu. Mudah-mudahan dengan fasilitas ini bisa mengurangi limbah berbahaya yang merusak kesehatan, semoga alat ini juga bisa memberi dampak positif bagi masyarakat,” kata Agus, di Desa Teluk Geruguk, Sabtu (14/8/24).
kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penghapusan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Upik Sitti Aslia mengatakan kegiatan kali ini adalah bukti nyata kerjasama Pemkab Kapuas Hulu dan pemerintah pusat, untuk membuat daerah terhindar dari merkuri. Merkuri logam beras sifat racun mudah pindah dari air ke manusia lewat rantai makanan.
“Merkuri berpotensi muncul dari aktivitas tambang kecil, disisi lain pertambangan emas rakyat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Sebab itu kita coba membuat sistem Praktek Penambangan yang Baik (Good Mining Practice) yang penting untuk menghindari bahan beracun,” tutur Upik.
Fasilitas pengolahan emas tanpa merkuri ini lanjut Upik mengatakan adalah usual Dinas Lingkungan Hidup Kapuas Hulu. Setelah dikaji lewat kajian ore, lalu ditindak lanjut kerjasama, hingga di akhir 2023 fisik selesai dibangun.
“Ada 10 fasilitas pengolahan emas bebas merkuri di seluruh Indonesia dan ini fasilitas pertama yang dibangun di Kalimantan Barat, ini bisa terwujud karena dukungan Bupati Kapuas Hulu,” ujar Upik.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan yang akrab disapa Sis mengatakan ada 14 kecamatan yang terdapat pertambangan rakyat sekala kecil di Boyan Tanjung.
“Ada 2916 penambang emas di sini dan mereka bisa manfaatkan alat pengelolaan emas tanpa merkuri ini. Terbanyak di Boyan Tanjung ada 2916 penambang emas di sini dan mereka bisa manfaatkan alat pengelolaan emas tanpa merkuri,” ujarnya.
Lanjut Sis mengatakan fasilitas ini hendaknya bisa dimanfaatkan juga oleh penambang rakyat di 13 kecamatan lain. Untuk mendukung pemerintah pusat dalam mengurangi penggunaan merkuri di Indonesia.
“Semoga penerapan fasilitas pengolahan emas tanpa merkuri ini bisa jadi percontohan di Kalbar,” ucap Sis.*/
Laporan : Sumber Humas Pemkab Kapuas Hulu
Editor : Deckie












