Channeltujuh.com, JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Burhanudin Abdullah yang akrab disapa Burhan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk serius melakukan supervisi terhadap kasus bobolnya uang nasabah di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat (Kalbar) atau Bank Kalbar.
“Untuk kasus ini, kita dari LAKI sangat mendukung langkah pihak-pihak penegak hukum untuk memulai penyelidikan, agar semua jelas apakah hanya satu tersangka saja atau ada oknum-oknum Bank Kalbar yang ikut terlibat, termasuk komisaris, direktur serta seluruh jajaran direksi harus diperiksa, tujuannya agar kasus ini bisa jelas dan tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat terutama nasabah Bank Kalbar. Dalam kasus ini aparat penegak hukum (APH) jangan tutup mata,” tegas Burhan pada channeltujuh.com, saat dihubungi via WhatsApp di Jakarta, Kamis (29/8/24).
Dikatakan Burhan kebocoran dana nasabah, tidak hanya dewan direksi yang harus bertanggung jawab, tetapi juga dewan komisaris harus ikut bertanggung jawab.
“LAKI menegaskan bahwa tanggung jawab dewan komisaris terhadap kinerja perusahaan tercantum dalam Undang-Undang Perseroan No 40 Tahun 2007. Dalam undang-undang tersebut, tugas dewan komisaris adalah mengawasi dan memberikan nasehat kepada direksi serta memastikan bahwa perusahaan melaksanakan tata kelola yang baik,” jelas Burhan.
Lebih jauh Burhan mengatakan jika perusahaan mengalami kerugian, setiap anggota dewan komisaris dapat diminta pertanggungjawaban secara pribadi jika mereka terbukti bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya.
“Bobolnya uang nasabah seperti yang terjadi di Cabang Pembantu Bank Kalbar Karangan, Kabupaten Landak itu sebagai contoh bahwa lemahnya pengawasan dari jajaran direksi, namun saya yakin dalam hal ini pihak Kepolisian, Kejaksaan pasti akan menuntaskan kasus ini hingga tuntas,” tukas Burhan.
Ditempat terpisah salah seorang nasabah Bank Kalbar yang tidak mau namanya di sebutkan, merasa khawatir dengan keamanan uang tabungan yang disimpannye di Bank Kalbar.
“Uang nasabah bisa bobol sampai miliaran, saya meragukan keamanan Bank Kalbar dalam hal pengawasan, apalagi saya baca berita saat ini pembobolan tidak hanya terjadi disatu tempat tapi banyak tempat, tentu dalam hal ini kita menjadi ragu untuk menyimpan uang di Bank Kalbar,” ucapnya.*/
Laporan : Devi Lahendra












