Channeltujuh.com, PONTIANAK – Terkait insiden meninggalnya seorang bocah 11 tahun pada hari Minggu 9 Juni 2024 sekitar pukul 14.00 Wib, di gudang cetak batako milik Sumadi di Jalan Ampera Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.
Pemilik gudang batako, Haji Sumadi mengatakan setelah kejadian kedua belah pihak telah melakukan pertemuan terkait insiden tersebut pihak korban menerima semuanya dengan ikhlas.
“Saya ingin mengklarifikasi terkait insiden tersebut, dalam hal ini saya sudah bertemu dengan orang tua korban, antara kami pihak perusahaan dengan pihak korban tidak ada masalah apa apa. Dan insiden tersebut terjadi juga bukan pada saat kami melakukan aktivitas, semua mesin sudah dalam keadaan tidak hidup alat pengaman mesin juga sudah dipasang, tombol untuk menghidupkan mesin posisinya tinggi sangat sulit untuk dijangkau anak-anak,” jelas Sumadi, pada channeltujuh.com, di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (29/6/24).
Dikatakan Sumadi bahwa tempat tersebut telah didelegasikan kepada orang kepercayaannya untuk dikelola selama kurang lebih empat tahun terakhir.
“Terkait insiden ini sebenarnya saya tidak tahu apa-apa, karena bukan saya lagi yang mengurus tempat cetak batako tersebut, sudah saya serahkan kepada orang kepercayaan saya. Kemarin waktu kejadian, orang yang saya percayai untuk mengelola cetak batako tersebut menelpon saya memberitahukan bahwa ada kejadian anak meninggal ditempat cetak batako. Saya juga telah dipanggil ke Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Ambawang untuk memberikan keterangan, anak buah saya juga telah memberikan keterangan terkait insiden tersebut kepada pihak Kepolisian,” kata Sumadi.
Desas desus terkait berita miring yang beredar saat ini yang mana dikatakan pihak perusahaan dengan sengaja membongkar peralatan cetak batako untuk menghilangkan jejak, lanjut Sumadi mengatakan pembongkaran tersebut atas permintaan orang tua korban.
“Ada yang mengatakan kami membongkar peralatan cetak batako untuk menghilangkan jejak, saya katakan itu bohong dan tidak benar. Pembongkaran tempat tersebut berdasarkan permintaan pihak keluarga korban tujuan untuk menghilangkan rasa trauma bagi keluarga. Apalagi ada yang mengatakan kami melakukan penyuapan kepada pihak Kepolisian, saya tegaskan itu tidak benar, itu bohong, dalam hal ini tidak ada suap menyuap kepada pihak manapun. Semoga melalui klarifikasi ini masyarakat bisa mendapatkan informasi yang jelas dan tidak termakan isu yang tidak benar,” tukas Sumadi mengakhiri.*/
Laporan : Devi Lahendra












