Hukum dan TNI/Polri

Sambut Tahun Baru 2023, Kodim 1206/Psb Adakan Makan Saprahan

Channeltujuh.com, PUTUSSIBAU — Komandan Distrik Militer (Dandim) 1206/Putussibau (Psb) Letnan Kolonel (Letkol) Infantero Sri Widodo mengadakan tradisi Saprahan dalam menyambut pergantian tahun baru Masehi 2023 yang dilaksanakan di aula Alambhana Komando Distrik Militer (Kodim) 1206/Psb, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam kehidupan masyarakat Melayu di Kalimantan Barat tidak asing lagi acara Saprahan. Saprahan merupakan adat tradisi kebiasaan turun temurun dalam menghidangkan makanan yang dilakukan sehari-hari dirumah tangga terutama di desa-desa. Dalam kegiatan yang mengundang tamu seperti pada acara perayaan pesta perkawinan, hataman, syukuran dan lain-lain diberikan hidangan dengan Saprahan.

Saprahan merupakan acara makan bersama dengan duduk bersila, sajian disantap langsung disuap dengan tangan sedangkan untuk mengambil lauk pauk digunakan sendok.

Makna dari Saprahan ini melambangkan rasa kebersamaan dan rasa kegotong royongan dengan falsafat berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Dan juga identik dengan agama Islam sejak zaman dahulu hingga sekarang tetap dilestarikan dan terpelihara yang berpedoman pada enam rukun Iman dan lima rukun Islam.

Menurut Dandim 1206/Psb Letkol Infanteri Sri Widodo mengatakan bahwa kegiatan Saprahan ini diadakan untuk kebersamaan dalam menyambut pergantian tahun baru Masehi 2023.

“Saya buat acara ini untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kita tidak mengenal pangkat dan jabatan semua sama, dengan ditandai makan bersama dengan Saprahan,” terang Widodo, di Putussibau, Sabtu (31/12/22) malam.

Lebih lanjut Widodo mengatakan dalam rangka menyongsong tahun baru 2023 disamping kita menjaga keamanan, semua kita kumpul bersama di Makodim 1206/Psb, tidak hanya anggota Kodim 1206/Psb saja, tetapi Persatuan Istri Prajurit (Persit) juga hadir, keluarga juga hadir dan mengundang warga dari kelurahan Hilir Kantor yang terdekat dengan Kodim.

“Saprahan ini juga untuk melestarikan adat istiadat budaya Melayu yang ada di Kalimantan Barat, tradisi Saprahan sungguh luar biasa makna yang terkandung didalamnya,” pungkas Widodo.*/

Laporan : Sumber Penerangan Distrik Militer 1206/Psb
Editor : Devi Lahendra

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button