Hukum dan TNI/PolriNews

Gagasan Cerdas, Karolin Gelar Seminar Forensik

Channeltujuh.com, NGABANG – Bupati Landak periode 2017-2022 Karolin Margret Natasa memprakarsai seminar ilmiah yakni peran ilmu kedokteran forensik dalam penyelidikan kasus bunuh diri bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Landak, Kepolisian Resort (Polres) Landak dan Pemerintah Kabupaten Landak yang berlangsung di aula Kantor Bupati Landak, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam seminar yang diikuti oleh anggota polisi baik dari Kepolisian Sektor (Polsek) maupun Polres Landak dan para dokter yang bertugas di Pemerintah Kabupaten Landak dengan mendatangkan narasumber yakni dokte ahli forensic dari Jakarta dan Kalimantan Barat.

Karolin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dirinya terhadap kasus-kasus yang terjadi di Kabupaten Landak yang ditangani oleh pihak kepolisian, agar dalam penyelidikan bisa menerapkan ilmu kedokteran forensik tersebut.

“Harapannya mudah-mudahan dengan seminar ini bisa membantu teman-teman dokter, teman-teman dari anggota kepolisian untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, cepat dan efisien serta kita menambah ilmu pengetahuan dan mengingat kembali berbagai ilmu yang kita pelajari di bangku sekolah. Selain itu, ada workshop dari IDI Kabupaten Landak untuk para dokter agar memiliki standar yang berkaitan dengan visum sesuai dengan kebutuhan penyelidik dan penyidik,” jelas Karolin, di Ngabang, Senin (29/8/22).

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kalimantan Barat Karolin ini mengatakan bahwa seminar tersebut juga menjadi ajang koordinasi antara kepolisian dan para dokter dalam melakukan penyelidikan yang harus menggunakan visum.

“Seminar ini dilakukan untuk menjalin koordinasi yang lebih baik lagi, jadi ketika dokter membuat pertimbangan untuk visum seperti derajat luka dan sebagainya tersebut, kepentingannya adalah penyidikan dan penyelidikan, sehingga ada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta ada pasal harus diterapkan. Jadi dengan keterangan dokter itu akan menjadi dasar, sehingga tidak boleh main-main,” kata Karolin.

Ditempat yang sama Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Landak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Stevy Frits Pattiasina saat meninjau seminar ilmiah tersebut mengajak seluruh jajaran personil Polres Landak untuk dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh para narasumber sehingga dapat menambah wawasan ketika turun ke lapangan.

“Terima kasih kepada Ibu karolin yang sudah membuat seminar ini, manfaatkan seminar dengan baik sehingga dapat memperdalam ilmu, terutama anggota polisi yang sering kelapangan dan saya berharap ini tidak hanya untuk kasus gantung diri saja, tetapi untuk kasus seperti pembunuhan, penganiayaan, kecelakaan lalu lintas, pencabulan juga bisa ditanyakan kepada narasumber. Selama kurang lebih setahun ini cukup banyak kasus pencabulan dibawah umur, apalagi pada saat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) anak-anak pergaulannya berada diluar sekolah dan luar rumah, sehingga rentan sekali terjadi pencabulan dan sebagainya,” tukas Stevy mengakhiri.*/

Laporan : Deckie

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button