NewsPemerintahan dan Politik

Pj Bupati Landak Launching Pembayaran PBB-P2 Melalui CUPK

Channeltujuh.com, NGABANG – Penjabat (Pj) Bupati Landak, Samuel meluncurkan (melaunching) pembayaran Pajak, Bumi dan Bangunan sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui Credit Union Pancur Kasih (CUPK), di Aula CU Pancur Kasih Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.

Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) CUPK, Martono menjelaskan bahwa ini bukan pertemuan pertama bagi CUPK dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak, tapi untuk yang kesekian kalinya. Sudah beberapa kali menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Landak seperti pembayaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melalui CUPK online beberapa waktu lalu.

“Pelayanan yang kami kembangkan saat ini tindak hanya untuk anggota CUPK saja tetapi juga untuk masyarakat umum,” jelas Martono, Selasa (9/8/22).

Martono menerangkan bahwa CUPK sekarang ini hadir di Kalimantan Barat dengan 50 titik kantor pelayanan 16 titiknya ada di Kabupaten Landak yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Jumlah anggota CUPK saat ini mencapai 188 ribu orang yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat, 67 ribunya ada di Kabupaten Landak bearti 35 persennya adalah orang Landak, begitu juga asetnya saat ini mencapai 919 miliar dan 500 miliar dipinjamkan lagi ke masyarakat, untuk mereka membangun dan memperbaiki ekonomi keluarganya,” terang Martono.

Ditempat yang sama, Pj Bupati Landak, Samuel dalam sambutannya sekaligus melaunching aplikasi pembayaran PBB-P2 menyebut bahwa menyambut baik kerjasama yang dijalin CUPK dan Pemkab Landak melalu Badan Perpajakan dan Retribusi Daerah Kabupaten Landak.

“Saya atas nama pemerintah mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak CUPK karena telah bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya meningkatan pendapatan asli daerah melalui PBB-P2,” kata Samuel.

Melalui kerjasama ini lanjut Samuel, diharapkan pembayaran PBB-P2 dapat dilakukan oleh semua anggota CUPK secara online, sehingga tidak ada lagi alasan tidak membayar PBB-P2.

Menurut Samuel secara keseluruhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Landak hanya 80 hingga 90 miliar lebih. Melalui pajak inilah nanti diharapkan bisa membangun di Kabupaten Landak agar semakin maju.

“Untuk PBB-P2 Pemkab Landak menargetkan 3 miliar lebih, dengan adanya kerjasama ini diharapkan target tersebut bisa tercapai. Ke depan tidak hanya PBB-P2 yang akan kita kerjasamakan tapi transaksi lainnya dan kerjasama ini bisa berlanjut,” tutup Samuel.*/

Laporan : Dinas Komunikasi dan Informatika Landak
Editor : Deckie

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button