NewsPemerintahan dan Politik

Temui Kepsek di 3 Kecamatan, Bupati Landak Ingatkan Update Dapodik

Channeltujuh.com, MENJALIN — Untuk meningkatkan profesionalitas guru di sekolah serta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Landak, Bupati Landak Karolin Margret Natasa kembali memberikan pembinaan bagi kepala sekolah (Kepsek) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tiga kecamatan sekaligus yakni Kecamatan Menjalin, Kecamatan Mempawah Hulu dan Kecamatan Sompak. Kegiatan yang digelar di SMP Negeri Menjalin ini dihadiri oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Landak, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, camat serta para kepala sekolah.

Dalam hal ini Karolin meminta para kepala sekolah untuk mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara benar.

“Dana BOS ini merupakan bantuan dari program yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk membantu sekolah-sekolah di Indonesia agar dapat melaksanakan kegiatan belajar yang lebih baik bagi siswa dalam bentuk hibah. Namun meski dalam bentuk hibah, bukan berarti kita tidak diawasi justru ini memiliki tanggungjawab yang besar. Apalagi saat ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah diberikan akses untuk mengaudit bantuan ini. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, alangkah baiknya laporannya dibenahi, pengelolaannya mengikuti aturan yang diperbolehkan. Karena tak sedikit sekolah di Indonesia ini yang sudah ditemukan menyalahi aturan,” pesan Karolin, dalam arahannya di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Jum’at (13/5/22).

Karolin juga meminta para guru untuk aktif mengembangkan diri guna mengikuti tantangan zaman saat ini yang selalu berkaitan dengan teknologi.

“Dulu waktu awal kita dilanda pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), kita semua termasuk saya juga bingung bagaimana mau menggelar rapat dengan kepala dinas tapi tidak satu tempat. Namun sekarang ini kita semua sudah terbiasa rapat online. Nah, hal yang seperti ini juga perlu dipelajari oleh bapak, ibu kepala sekolah karena ini sudah menjadi tuntutan masa kini,” ujar Karolin.

Lanjut, Karolin juga mengajak para kepala sekolah untuk aktif membenahi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sesuai realita di lapangan. Hal ini dilakukan, mengingat saat ini anggaran untuk pendidikan tidak mencukupi.

“Nah, yang paling penting juga dibenahi adalah Dapodik. Jangan sampai datanya masih yang lama bahkan kosong sama sekali, karena dengan Dapodik inilah kita bisa memperbaiki sekolah kita. Apabila sekolah tidak berpartisipasi aktif, maka sekolah akan rugi karena data milik mereka tidak akan sampai ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sekolah tersebut otomatis tidak akan tersentuh program-program Kemendikbud,” jelas Karolin mengakhiri.*/

Laporan : Deckie

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button