Pemerintahan dan Politik

Bupati Kapuas Hulu Buka Gawai Paroki St. Montfort Badau Ke-IV Tahun 2026

13
×

Bupati Kapuas Hulu Buka Gawai Paroki St. Montfort Badau Ke-IV Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, BADAU – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H., M.H., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Gawai Paroki St. Montfort Badau Ke-IV Tahun 2026 yang digelar di Halaman Gereja St. Montfort Badau, Kecamatan Badau. Kegiatan yang mengusung tema “Bejalai Segulai, Mansang ke Menua, Maju ke Bansa” tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, para pimpinan OPD, Pastor Paroki Santo Montfort Badau beserta para imam dan biarawan-biarawati, unsur Forkopimcam Badau, para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Gawai ini menjadi momentum kebersamaan umat dan masyarakat dalam mensyukuri berkat Tuhan sekaligus melestarikan budaya Dayak di wilayah perbatasan. Selasa (23/6/2026).

Dalam sambutannya, Fransiskus Diaan menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki, panitia, para donatur, relawan, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Gawai Dayak Nasrani merupakan wujud rasa syukur atas berbagai berkat kehidupan yang diterima masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, persaudaraan, dan pelayanan kepada sesama. Menurutnya, perpaduan antara nilai budaya dan nilai religius dalam gawai menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Dayak sebagai warisan leluhur yang bernilai tinggi. Di tengah perkembangan zaman, generasi muda diharapkan tetap bangga terhadap identitas budayanya serta terus mempelajari bahasa daerah, seni tradisional, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Ia berharap Gawai Paroki St. Montfort Badau tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya yang mampu mempererat persatuan dan memperkuat jati diri masyarakat Dayak.

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Badau memiliki peran strategis sebagai wajah Indonesia di kawasan perbatasan. Karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat sekaligus pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Setelah menyampaikan sambutannya, Fransiskus Diaan secara resmi membuka Gawai Paroki St. Montfort Badau Ke-IV Tahun 2026 dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, lancar, serta membawa manfaat bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Kapuas Hulu.*/

Loading

Penulis: Sumber Rilis Humas Pemkab Kapuas Hulu Editor: Deckie Lawandera