Hukum dan TNI/Polri

Polisi Dalami Dugaan Mobilisasi Massa dan Aktor Intelektual di Demo 20 Oktober Lalu

19
×

Polisi Dalami Dugaan Mobilisasi Massa dan Aktor Intelektual di Demo 20 Oktober Lalu

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, PONTIANAK – Menanggapi peristiwa dugaan tindak kekerasan terhadap sejumlah mahasiswa saat berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) tegaskan akan lakukan penyelidikan.

Peristiwa yang terjadi pada 20 Oktober 2026 lalu berawal saat mahasiswa membakar ban di halaman kantor gubernur dan menghalangi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Organisasi Masyarakat (Ormas) yang mencoba memadamkan api. Ketegangan tersebut berlanjut menjadi perkelahian hingga berlanjut ke bundaran Digulis.

Menyikapi ini, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Bambang Suharyono, menegaskan bahwa Polda Kalbar tengah melakukan pendalaman.

“Demokrasi menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun, Polda Kalbar juga bertanggung jawab memastikan bahwa kebebasan tersebut tidak dimanfaatkan oleh oknum atau kelompok tertentu untuk memprovokasi kerusuhan maupun mengganggu stabilitas keamanan di Kalimantan Barat. Saat ini, Polda Kalbar masih mendalami dan melakukan penyelidikan, tidak hanya pada kejadian fisik di lapangan, tetapi juga akan mengusut dugaan keterlibatan aktor intelektual serta penyandang dana di balik mobilisasi massa tersebut,” tegas Bambang, di Pontianak Kamis 29 Oktober 2026.

Saat ini, lanjut dikatakan Bambang proses penyelidikan oleh Polda Kalbar masih terus berjalan guna mengumpulkan bukti-bukti materiil serta memeriksa saksi-saksi terkait untuk menyingkap konstruksi perkara secara utuh.*/

Loading