Pemerintahan dan Politik

Bupati Landak Dorong Stimulasi Seni dan Olahraga dalam Pendidikan Anak

9
×

Bupati Landak Dorong Stimulasi Seni dan Olahraga dalam Pendidikan Anak

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, NGABANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak terus menunjukkan komitmennya dalam menggenjot kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan dinilai bukan sekadar berfokus pada aspek materi di dalam kelas, melainkan juga penguatan stimulasi motorik, seni, olahraga, hingga peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan bahwa pembentukan karakter anak didik harus dilakukan secara menyeluruh agar mampu menjawab tantangan zaman di masa depan.

“Kami menitipkan pesan bahwa anak-anak kita bukan hanya menitipkan sekadar materi, tetapi juga stimulasi lain seperti seni dan olahraga juga menjadi hal yang sangat penting dalam kita mendidik dan membesarkan anak-anak kita,” ujar Karolin saat ditemui di Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (23/10/26).

Karolin juga mengapresiasi peran strategis Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Landak dalam mengawal masa depan generasi muda.

Menurutnya, kualitas anak-anak sebagai generasi penerus bangsa sangat bergantung pada dedikasi dan profesionalisme para guru di lapangan.

“Saya titip kepada para guru melalui PGRI, masa depan anak-anak kita, melalui merekalah laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Di tangan merekalah kualitas anak-anak generasi penerus bangsa kita ditentukan,” kata Karolin.

Dalam upaya mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan, Pemkab Landak mengandalkan pemanfaatan berbasis data yang akurat serta program pelatihan inovatif. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah optimalisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta kerja sama internasional untuk mengakselerasi kemampuan numerasi siswa.

“Pemerataan kualitas pendidikan kita sekarang sudah yang pertama ya, kita punya yang namanya data Dapodik. Dapodik itu 100 persen data sudah masuk untuk kewajiban pendidikan dan kita menggunakan sementara ini untuk lebih banyak pada sarana prasarana,” ungkap Karolin.

Selain infrastruktur, peningkatan kapabilitas guru turut menjadi prioritas. Pemkab Landak menjalin kerja sama strategis dengan pihak luar negeri, termasuk Australia, guna menghadirkan metode pembelajaran matematika yang lebih interaktif dan mudah dipahami siswa.

“Kami juga punya kerja sama dengan Australia berkaitan dengan program Gampang, Asyik, dan Menyenangkan (Gasing) untuk meningkatkan kemampuan guru dalam belajar matematika. Harapannya, nilai matematika anak-anak kita juga meningkat,” tambahnya.

Karolin menyadari bahwa proses tersebut masih membutuhkan kajian yang panjang, namun hal itu merupakan cita-cita bersama agar pembiayaan pendidikan di Kabupaten Landak memiliki sumber yang berkelanjutan dan berfokus pada skala prioritas.

“Kami sedang mendiskusikan apakah kita bisa dan apakah kita perlu untuk memiliki dana abadi untuk pendidikan. Jadi ini tentu masih proses yang sangat panjang, tapi merupakan cita-cita kita bersama bahwa pendidikan di Kabupaten Landak itu harus terus dianggarkan,” pungkasnya.*/

Loading