Channeltujuh.com, PONTIANAK – Puluhan massa yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) bersama mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Kota Pontiaanak, Kamis 24 September 2026.
Dalam orasinya mereka menyuarakan tuntutan keadilan dan mendesak pemerintah mengeluarkan kebijakan yang menyentuh langsung kesejahteraan para petani. Massa juga menegaskan bahwa regulasi yang ada saat ini dirasa semakin menyudutkan posisi petani tradisional.
“Kita ini masyarakat kecil. Jika kami dibenturkan dengan peraturan pemerintah yang tidak berpihak ke petani, maka mata pencaharian dan masa depan kami akan terancam,” ujar salah satu orator aksi dalam orangnya.
Kehadiran massa di Kantor Gubernur Kalbar yang sebagian besar para petani, ditemui langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Hendra. Dalam hal ini Hendra menyambut baik kedatangan para petani dan mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung dengan tertib.
Menurut Hendra, penyampaian aspirasi di muka umum seperti ini merupakan hal yang wajar dan sehat di dalam negara hukum.
“Aksi ini merupakan dinamika dalam berdemokrasi. Kami menyambut baik aksi damai yang dilakukan oleh rekan-rekan petani hari ini,” ucap Hendra di hadapan massa.
Lanjut Hendra mengatakan Pemerintah Provinsi Kalbar akan menampung seluruh poin tuntutan yang disampaikan oleh Serikat Petani Indonesia untuk kemudian dikaji dan dicarikan solusi terbaik bersama instansi terkait.
“Apa yang disampaikan pada hari ini oleh rekan-rekan SPI kita tampung selanjutnya akan kita sampaikan ke Gubernur Kalimantan Barat,” tukas Hendra.*/
![]()













