Channeltujuh.com, NGABANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak, terus mengupayakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah antisipasi dan evaluasi diperketat mengingat kualitas udara yang belum membaik meski titik api pada hari ini dilaporkan nihil.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyatakan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi (rakor) lintas sektor yang dipimpin oleh Menkopolhukam guna mencegah meluasnya karhutla di musim kemarau.
Salah satu fokus utama Pemkab Landak adalah mengevaluasi dan mendampingi perusahaan perkebunan di wilayah tersebut. Pemkab meminta perusahaan memastikan kesiapan alat pemadam kebakaran serta ketersediaan sumber air atau embung sesuai standar Peraturan Menteri Pertanian.
“Kita akan tindak lanjuti agar kita mendampingi dan mengawasi perusahaan perkebunan, apakah mereka telah melengkapi peralatan dalam rangka persiapan menghadapi kebakaran hutan. Karena beberapa lokasi yang terbakar cukup luas itu berada dalam wilayah Hak Guna Usaha (HGU),” kata Karolin saat dijumpai di Posko Tanggap Darurat, Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Senin (7/9/26).
Guna memastikan kepatuhan tersebut, satuan tugas (Satgas) Gabungan yang terdiri dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah akan diterjunkan untuk mengecek langsung ke lapangan.
Selain langkah preventif, proses penegakan hukum dan evaluasi terhadap perusahaan yang di lahannya terjadi kebakaran juga tengah berjalan.
“Untuk saat ini kita ada tiga perusahaan yang kita lakukan penyelidikan. Yaitu di Desa Pamayang, kemudian ada di Desa Sebandang, dan di Desa Mandor,” ungkap Karolin.*/
![]()













