Pemerintahan dan Politik

Bupati Landak Edukasi Warga, Putus Sekolah Bikin Sel Otak Anak Mengerut

8
×

Bupati Landak Edukasi Warga, Putus Sekolah Bikin Sel Otak Anak Mengerut

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, SENGAH TEMILA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar safari pelayanan kesehatan berupa sunatan massal dan cek kesehatan gratis. Kali ini, kegiatan yang menyasar anak-anak pada masa libur sekolah dan masyarakat umum tersebut diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa 30 Juni 2026.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, yang hadir langsung membuka acara tersebut, memanfaatkan momen berkumpulnya warga untuk memberikan edukasi kesehatan secara tegas dan blak-blakan. Karolin menyoroti temuan dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat terkait tingginya kasus anemia atau kurang darah, khususnya di kalangan remaja putri di wilayah tersebut.

“Bu Kepala Puskesmas (Kapus) Sengah Temila memberikan data yang cukup mengejutkan bahwa remaja putri kita masih banyak yang mengalami anemia. Kalau dilihat mata sehat, tapi berdiri lama di bawah matahari langsung pingsan. Ini karena kualitas gizinya tidak baik, makannya jangan asal kenyang saja,” tegas Karolin.

Bupati perempuan pertama di Landak ini juga mewajibkan para orang tua untuk memperhatikan asupan protein anak-anak mereka pada masa pertumbuhan, serta tidak membiarkan anak putus sekolah. Ia mengingatkan, pendidikan adalah kunci utama untuk bersaing di masa depan sekaligus melatih perkembangan sel otak anak.

“Kalau anak tidak sekolah, otaknya tidak distimulasi. Tidak diajak berpikir, sel-selnya tidak berkembang dan bisa cepat mengkerut. Jadi anak-anak ini wajib disekolahkan minimal tamat Sekolah Menengah Atas (SMA). Kalau tidak sekolah, kita tidak akan bisa berkembang dan bersaing di masa depan,” ujar Karolin.

Tak hanya berfokus pada tumbuh kembang anak, Karolin juga menyentil kesadaran para orang tua di Sengah Temila terkait pentingnya melakukan cek kesehatan secara berkala. Ia menganalogikan tubuh manusia layaknya kendaraan bermotor yang harus rutin dirawat.

“Motor saja diservis Bapak Ibu, ganti oli, ganti ban. Masa orangnya yang tiap hari bangun lalu kerja, badannya tidak diservis. Sayang badan, jadi gunakan kesempatan pemeriksaan kesehatan gratis dari pemerintah ini sebaik-baiknya,” imbau Karolin.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Susi, memaparkan bahwa antusiasme masyarakat Sengah Temila terhadap program pelayanan kesehatan gratis ini sangat tinggi. Program ini juga merangkul peserta dari tiga wilayah kerja puskesmas, yakni Puskesmas Sengah Temila, Pahauman, dan Sidas.

“Adapun pelaksanaan kegiatan ini bertempat di aula Kantor Kecamatan Sengah Temila dengan jumlah peserta sasaran kita 100 anak. Namun, setelah melalui proses pendaftaran, yang telah diskrining dan berhasil memenuhi syarat kesehatan ada 90 anak yang akan dilakukan tindakan sunat hari ini,” kata Susi.

Susi juga memastikan bahwa seluruh rangkaian prosedur medis yang dilakukan oleh tim tenaga kesehatan telah mematuhi standar operasional dan kelayakan medis yang ketat.

“Tindakan sirkumsisi ini dilakukan sesuai standar medis. Pasca tindakan, anak-anak akan diobservasi, diberikan obat-obatan, dan edukasi perawatan luka. Serta kami berikan bingkisan sebagai bentuk perhatian dari pemerintah kepada anak-anak peserta,” pungkas Susi.*/

Loading