Pemerintahan dan Politik

Jalan Putus Diterjang Banjir, Karolin Instruksikan Prioritas Penanganan Darurat

×

Jalan Putus Diterjang Banjir, Karolin Instruksikan Prioritas Penanganan Darurat

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, ANGAN TEMBAWANG – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, meninjau langsung lokasi jalan amblas akibat longsor pascabencana banjir yang melanda Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa 12 Mei 2026.

Setibanya di lokasi, Karolin melihat langsung kondisi aspal yang amblas dan memutus sebagian badan jalan raya. Area tepi jurang yang terkikis tersebut juga telah dipasangi garis polisi (police line) oleh aparat Kepolisian setempat sebagai penanda peringatan agar warga maupun pengguna jalan ekstra berhati-hati saat melintas.

Di sela-sela agenda peninjauan infrastruktur pascabencana tersebut, Karolin menyempatkan diri untuk mengumpulkan dan memberikan arahan langsung kepada sejumlah perangkat desa setempat. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik meskipun kondisi anggaran desa sedang terimbas defisit.

“Walaupun efisiensi anggaran pemerintah desa jauh berkurang, namun pelayanan kepada masyarakat itu tidak boleh kita kurangi. Kita tetap harus optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Karolin.

Menyikapi situasi darurat akibat bencana tersebut, Karolin mengingatkan agar perangkat desa tidak segan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak terkait penanganan fasilitas umum yang rusak. Pemkab akan mengutamakan perbaikan untuk hal-hal yang bersifat mendesak.

“Kemudian hal-hal yang bersifat untuk kepentingan umum, jangan ragu berkoordinasi dengan Pemkab walaupun kita anggarannya sangat terbatas. Tapi untuk hal-hal yang sifatnya emergency tentu akan kita prioritaskan,” jelas Karolin.

Karolin pun menyadari betapa krusialnya ketersediaan dana desa bagi kelangsungan pembangunan infrastruktur tingkat dasar, seperti akses jalan antardusun yang murni menjadi kewenangan kepala desa. Karolin berharap masa pemulihan dan penanganan infrastruktur vital ini bisa diselesaikan dengan baik dan terukur.

“Ya, mudah-mudahan situasi ini segera berlalu karena saya sangat memahami di desa itu pembangunan sangat bergantung pada dana desa,” pungkasnya.*/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *