Pemerintahan dan Politik

Soal Layanan Cuci Darah di RSUD Landak, Karolin : Kami Sudah Memiliki Izin

2
×

Soal Layanan Cuci Darah di RSUD Landak, Karolin : Kami Sudah Memiliki Izin

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menagih kejelasan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terkait layanan hemodialisis (HD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak saat menerima jajaran BPJS Kesehatan di Kantor Bupati Landak, Ngabang, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu, 15 April 2026.

Pertemuan itu berlangsung setelah layanan yang sejak lama disiapkan pemerintah daerah belum juga berjalan penuh, meski izin operasional dari Kementerian Kesehatan sudah terbit dan fasilitas rumah sakit dinyatakan siap.

“Unit HD ini bukan kitanya mengada-ngada, tapi memang sesuai dengan data kita mengenai jumlah pasien dan juga permintaan dari masyarakat,” kata Karolin.

Menurut dia, kebutuhan layanan cuci darah di Landak bukan perkara kecil. Pasien hemodialisis merupakan pasien yang harus menjalani terapi rutin, sehingga jarak layanan menjadi persoalan yang sangat menentukan. Semakin jauh pasien harus dirujuk, semakin besar pula beban biaya, tenaga, dan risiko yang ditanggung.

“RSUD di daerah itu kan bukan hanya mengejar keuntungan, tapi memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat kita, memudahkan masyarakat, membuat pelayanan menjadi lebih dekat, sehingga bisa lebih murah bagi masyarakat,” ujar Karolin.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak memastikan layanan hemodialisis di RSUD Landak telah mengantongi izin operasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Seluruh tahapan perizinan dan persiapan teknis, termasuk visitasi, disebut telah dilalui. Namun saat itu layanan belum juga bisa diakses pasien peserta BPJS Kesehatan karena kerja sama dengan BPJS belum tuntas.

Karolin lalu menyinggung soal perlunya irama yang sama antara BPJS dan Kementerian Kesehatan dalam melihat kesiapan layanan rumah sakit daerah. Menurut dia, jangan sampai rumah sakit yang sudah berupaya memenuhi standar justru tertahan pada tahap akhir.

“Kalau Kemenkes sudah mengeluarkan, ya harusnya sudah bisa running dong. Dan itu kan sudah sesuai dengan standar. Apa standar BPJS lebih tinggi dari Kemenkes?” ujar Karolin.

Karolin menilai hubungan BPJS dengan pemerintah daerah seharusnya dibangun dalam semangat saling mendukung. Sebab pada akhirnya yang dipertaruhkan bukan sekadar proses birokrasi, melainkan akses pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.

“Saya berharap ini bisa bersinergi dengan kita. Kita sama-sama saling membutuhkan. Jadi jangan ada arogansi di antara kita. Kita sama-sama,” katanya.

Ia berharap setelah pertemuan tersebut layanan hemodialisis di RSUD Landak benar-benar bisa segera dinikmati masyarakat, terutama pasien yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan terapi.

“Saya harap ini tidak terjadi lagi. Dan kita ya sifatnya adalah saling mendukung, saling membutuhkan. Sehingga kita bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” tutup Karolin.

Dalam pertemuan terbaru itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pontianak, Evi Retno Nurlianti, mengatakan pihaknya datang untuk menyampaikan perkembangan hasil proses kerja sama layanan HD di RSUD Landak. Menurut dia, pembahasan kini sudah sampai pada tahap akhir.

“Kami ingin menyampaikan hasil dari proses perjanjian kerjasama HD di RSUD Landak ini, dan ini kami sudah berproses hingga pada tahap final ini. Akhirnya kami akan menandatangani berita acara untuk penambahan layanan HD di RSUD Landak,” kata Evi.

Ia menjelaskan, kelengkapan administrasi yang sebelumnya masih kurang kini telah dipenuhi. Meski masih ada satu surat komitmen yang tetap berjalan dalam proses, BPJS menyebut layanan HD pada prinsipnya sudah dapat dijalankan.

“Kemarin kami sudah berproses untuk kelengkapan administrasi yang selama ini masih kurang. Dan alhamdulillah semua sudah terlengkapi. Tinggal nanti ada satu surat komitmen dan juga itu ongoing process, tapi proses untuk layanan HD juga sudah bisa berjalan,” ujarnya.*/

Loading