Berita

Cornelis Kawal Listrik Masuk Sekolah di Landak

×

Cornelis Kawal Listrik Masuk Sekolah di Landak

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, NGABANG – Menyadari pentingnya pendidikan yang ditopang oleh energi bersih, Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Cornelis, terus menunjukkan dedikasinya bagi kemajuan Kalimantan Barat.

Pemanfaatan energi terbarukan di sektor pendidikan ini merupakan wujud pengawalan terhadap program unggulan pemerintah pusat yang diakselerasi di parlemen.

Melalui dorongan politiknya dan kolaborasi strategis bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN), sebanyak 62 sekolah di Kabupaten Landak kini telah teraliri listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) SuperSUN.

“62 Sekolah sudah teraliri listrik dengan energi bersih untuk mendorong digitalisasi pendidikan di Kalimantan Barat. Sekolah adalah jantung generasi kita, generasi kita harus memiliki fasilitas belajar yang memadai,” tegas Cornelis di Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (4/3/26).

Langkah konkret ini merupakan bagian dari upaya Cornelis untuk menyukseskan Program Digitalisasi Sekolah Pemerintah 2025 hingga 2026.

Berdasarkan data resmi dari PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mempawah, seluruh 62 sekolah penerima manfaat dari program ini kini telah tuntas berstatus Nyala. Penyelesaian instalasi energi terbarukan ini dieksekusi secara terukur dalam dua tahapan.

Mengacu pada data, Batch I sukses menyala pada periode Agustus hingga September 2025, disusul penyelesaian Batch II yang secara keseluruhan berhasil menyala pada Januari 2026.

“62 sekolah ini sudah berstatus nyala! Kita bersyukur mereka akan belajar dengan metode yang lebih terbarukan,” ujarnya.

Sekolah-sekolah penerima manfaat ini menjangkau wilayah pelosok, di antaranya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Sejowet Rantau, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Meranti, hingga SDN 65 Sebua Bongo Nahaya.

“Pelosok-pelosok sekolah menikmati program ini, inilah pentingnya kita mengawasi dan menyuarakan agar semuanya terwujud,” lengkapnya.

Melihat persentase keberhasilan 100 persen penyelesaian program ini di Landak, Cornelis meyakini target Presiden di 2029 akan terealisasi.

“Energi modern dan ramah lingkungan seperti PLTS sangat bagus dan relevan dengan kondisi geografis Kalimantan Barat. Jika ritme eksekusinya sebaik ini, saya optimis rasio elektrifikasi fasilitas umum di pelosok bisa tuntas sebelum 2029. Semoga ke depan akan lebih banyak sekolah yang terjangkau,” tutupnya.*/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *