Life Style

Ayo ke Dapur Lunna di Bazar Ramadan Mujahidin, Ada Kerupuk Basah Kapuas Hulu 

×

Ayo ke Dapur Lunna di Bazar Ramadan Mujahidin, Ada Kerupuk Basah Kapuas Hulu 

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, PONTIANAK – Bazar Ramadan 1447 Hijriah Masjid Raya Mujahidin Pontianak menyajikan berbagai macam kuliner tradisional khas Kalimantan Barat, salah satunya adalah stand Dapur Lunna milik Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan Kalimantan Barat Erlinawati yang juga merupakan istri mantan Bupati Kapuas Hulu dua periode A. M. Nasir.

Erlinawati yang juga Ketua Umum (Ketum) Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalbar mengatakan dengan adanya Bazar Ramadan Mujahidin para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kesempatan untuk memasarkan produk olahan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah 2026 Masehi.

“Dengan ada bazar ini para pelaku UMKM yang ada di Kalbar dapat menjual produk olahan mereka selama bulan Ramadan ini,” kata Erlinawati di Pontianak, Jumat (20/2/26).

Di stand kami, lanjut Erlinawati mengatakan menyajikan makanan khas Kapuas Hulu yaitu kerupuk basah ikan belidak, dan empek-empek ikan tenggiri serta ada cemilan lainnya.

“Untuk kerupuk basah kita jual Rp20ribu satu batangnya, untuk empek-empek kita jual dengan harga Rp23ribu satu porsi. Selain itu kita juga ada puding susu kurma yang kita jual dengan harga Rp15ribu satu botol, kita juga ada kue talam ebi yang kita jual dengan harga Rp7ribu. Semua harga kue-kue disini sangat terjangkau dan murah,” jelas Erlinawati.

Lebih lanjut Erlinawati berharap kedepan bazar Ramadan seperti ini selalu diadakan, khususnya di Masjid Raya Mujahidin.

“Ini adalah tahun kedua kami membuka stand di Bazar Ramadan Mujahidin, semoga tahun depan stand lebih diperluas karena minat pengunjung bazar ini sangat ramai sekali setiap harinya,” tukas Erlinawati yang juga Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pengusaha Muslimah (IPEMI) KalBar.*/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *