Channeltujuh.com, PONTIANAK – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat (Kalbar), Rochma Hidayati mengatakan saat ini OJK mencatat kinerja sektor jasa keuangan Provinsi Kalimantan Barat hingga posisi November 2025 tetap terjaga dan berperan penting dalam mendukung perekonomian daerah, sejalan dengan perkembangan sektor jasa keuangan di kawasan seluruh Kalimantan.
“Kondisi tersebut tercermin dari kinerja sektor perbankan, industri keuangan nonbank (IKNB), pasar modal, penguatan literasi dan inklusi keuangan, serta pelindungan konsumen,” jelas Rochma, melalui rilis resminya di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (13/1/26).
Dikatakan Rochma berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan III tahun 2025 oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Barat, mencatatkan pertumbuhan ekonomi kumulatif sebesar 5,31 persen (yoy) tertinggi kedua di Kawasan Kalimantan setelah Provinsi Kalimantan Tengah, yang mengindikasikan stabilitas perekonomian Kalimantan Barat di tengah dinamika global, yang didorong kuat oleh pertumbuhan kinerja investasi dan konsumsi rumah tangga pada sisi permintaan, serta pertumbuhan sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi pada sisi penawaran (produksi).
“Laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat tersebut berkontribusi sebesar 17,29 persen terhadap total PDRB Kalimantan, terbesar kedua di Kawasan Kalimantan setelah Provinsi Kalimantan Timur. Kontribusi ini mencermikan perekonomian Kalimantan Barat memiliki posisi strategis dan peran penting dalam struktur ekonomi regional Pulau Kalimantan, tidak hanya menjadi penopang ekonomi kawasan, tetapi juga memiliki basis ekonomi yang relatif kuat dan terus berkembang,” terang Rochma.
Menurut Rochma, penyaluran kredit perbankan di Provinsi Kalimantan Barat hingga November 2025 tercatat sebesar Rp78,4 triliun, didominasi oleh kredit konsumtif, diikuti kredit investasi dan kredit modal kerja. Secara tahunan, kredit konsumtif mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,99 persen (yoy), sejalan dengan kontribusi sektor rumah tangga yang menjadi penopang utama penyaluran kredit di Kalimantan Barat.
“Penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp27,9 triliun, dengan porsi terbesar pada segmen usaha mikro dan kecil. Meski secara agregat kredit UMKM mengalami sedikit kontraksi, OJK terus mendorong perbankan untuk menjaga kesinambungan pembiayaan UMKM sebagai motor penggerak perekonomian daerah,” paparnya.
Lebih jauh Rochma menjelaskan dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) di Kalimantan Barat mencapai Rp88,4 triliun, yang didominasi oleh dana tabungan sebesar Rp51,2 triliun, diikuti deposito sebesar Rp21,7 triliun, dan giro sebesar Rp15,5 triliun, dengan persentase pertumbuhan tertinggi dari giro yakni sebesar 6,61 persen (yoy).
“Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencerminkan minat dan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan yang semakin meningkat serta semakin luasnya penggunaan layanan keuangan formal,”pungkasnya.*/












