Channeltujuh.com, NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa memimpin acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2025 dengan tema Generasi Sehat, Masa Depan Hebat berlangsung di Halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Ngabang, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu 19 November 2025.
Acara yang diisi dengan senam bersama, pembagian hadiah dan pemotongan tumpeng ini turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan beserta jajaran, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak, para kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) seluruh Kabupaten Landak dan undangan yang hadir.
Bupati Karolin Margret Natasa pada kesempatan itu mengajak generasi muda agar selalu menjaga kesehatan pribadi secara disiplin dan menjaga kesehatan mentalnya.
“Hal ini sesuai dengan amanat Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) untuk menyiapkan 84 juta anak bangsa agar tumbuh menjadi generasi produktif dan sehat di tahun 2045, tepat satu abad Kemerdekaan Republik Indonesia dalam dua dekade ini,” ucap Karolin.
Karolin mengingatkan agar para generasi muda juga harus mencari sumber informasi tentang kesehatan yang kredibel karena banyak informasi sekarang terutama di media sosial tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Dengan demikian para generasi muda bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar kesehatan mereka bisa terus terjaga dengan baik,” tambah Karolin.
Lebih jauh Karolin saat membacakan amanat Menkes mengatakan bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa esok hari. Transformasi kesehatan harus terus digelorakan agar masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau.
“Selama empat tahun terakhir, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melaksanakan Transformasi Sistem Kesehatan Nasional yang mencakup enam pilar utama dan satu pilar tambahan, yaitu transformasi budaya kerja insan kesehatan,” lanjut Karolin.
Terakhir Karolin menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan teknologi, tetapi juga pada perubahan budaya kerja di kalangan insan kesehatan, baik di pusat maupun daerah.
“Transformasi kesehatan tidak dapat terwujud tanpa perubahan cara pikir dan cara kerja menuju birokrasi yang kompeten, akuntabel, dan selaras,” tutup Karolin.*/












