Pendidikan

Silaturahmi dengan PBMA di Serang, Ini Yang Disampaikan Menteri Transmigrasi

×

Silaturahmi dengan PBMA di Serang, Ini Yang Disampaikan Menteri Transmigrasi

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, SERANG – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara bersilaturahmi dengan Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Embay Mulya Syarief di Serang, Provinsi Banten.

Siaran pers PBMA menyebutkan, dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu Menteri Transmigrasi menyatakan kesiapannya untuk ikut berkontribusi, bersinergi, dan memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Menteri Transmigrasi kelahiran Pandeglang Banten, putera dari almarhum HMD Amin, Camat Menes periode 1972 hingga 1974 itu menyampaikan apresiasinya atas kiprah Mathla’ul Anwar serta kontribusinya yang besar di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan, sejak berdirinya di tahun 1916.

Dalam pertemuan dengan Ketua Umum PBMA dan jajarannya itu, ia juga menjelaskan tentang tugas yang diembannya selaku Menteri Transmigrasi. Transmigrasi yang dimaksud pemerintah saat ini, menurut dia bukan sekadar memindahkan penduduk ke berbagai wilayah, melainkan memindahkan pertumbuhan dengan membangun pusat-pusat ekonomi dan pendidikan.

“Tujuannya agar kualitas kehidupan masyarakat meningkat, termasuk melalui pengembangan perguruan tinggi di daerah transmigrasi,” kata Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, di Serang, Jumat (12/9/25).

Iftitah juga mengenang pengalamannya saat pertama kali berkunjung ke Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten pada 1999, ketika mengisi kegiatan kemahasiswaan bersama almarhum Ekky Syahruddin, salah satu tokoh gerakan 1966. Pengalaman itu disebutnya menjadikan adanya ikatan emosional yang memperkuat kedekatannya dengan Mathla’ul Anwar.

Sementara itu Ketua Umum PBMA Embay Mulya Syarief mengemukakan, Mathla’ul Anwar merupakan milik umat, bukan milik pribadi, dan selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berjuang bersama.

Semangat keterbukaan ini juga ditegaskan oleh Ketua Majelis Amanah PBMA Sadeli Karim, yang mengingatkan bahwa sejak awal pendiriannya pada 10 Juli 1916, Mathla’ul Anwar dibangun untuk kepentingan umat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Majelis Amanah PBMA, Saiful Mujani menambahkan bahwa terdapat banyak titik kesamaan antara nilai-nilai yang dibawa Menteri Iftitah dengan visi Mathla’ul Anwar.

Menurut Saiful, kepedulian Menteri Transmigrasi terhadap Mathla’ul Anwar adalah bentuk nyata pengakuan bahwa Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam tersebut tetap menjadi wadah inklusif untuk pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial.

Mathla’ul Anwar yang berpusat di Pandeglang Banten itu sendiri kini memiliki perwakilan di 32 provinsi, termasuk di Kalimantan Barat dan Papua. Ormas Islam itu juga mengelola sekitar 2.000 lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah, sampai perguruan tinggi, yaitu Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten.*/

Laporan : Sumber Rilis

Editor : Devi Lahendra 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *