Chnneltujuh.com, JAKARTA – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon meresmikan peluncuran Prangko Para Pendiri Bangsa, sekaligus peringatan ke-123 tahun Bung Hatta di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta. Tak hanya menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI), melalui pameran ini Fadli Zon menyampaikan bahwa Seri Prangko Para Pendiri Bangsa adalah bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang memproklamasikan kemerdekaan, menyusun dasar negara, dan menuntun arah perjalanan kemerdekaan Indonesia.
“Peluncuran prangko ini merupakan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam melestarikan narasi sejarah sebagai bagian dari memori kolektif bangsa, dan peran prangko juga menjadi material culture yang memperkuat jati diri di tengah arus globalisasi,” jelas Fadli Zon, di Jakarta, Rabu (13/8/25).
Di hadapan 17 perwakilan keluarga tokoh para pendiri bangsa yang merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), lanjut Fadli Zon mengungkapkan kiprah para tokoh yang berperan besar dalam perjalanan dan perjuangan bangsa.
“Dalam 80 tahun dengan berbagai tantangan, kita bisa melewati perjalanan kehidupan kebangsaan dengan luar biasa. Tentu saja ini tidak pernah lepas dari jasa-jasa para pahlawan, para pendiri bangsa, dan Proklamator Kemerdekaan,” kata Fadli Zon.
Fadli Zon juga menggarisbawahi bahwa prangko merupakan jembatan diplomasi yang menghubungkan berbagai bangsa. Lebih dari sekadar benda pos, prangko menjadi arsip yang merekam berbagai peristiwa bersejarah dan alat komunikasi pembangunan.
“Mudah-mudahan peristiwa ini dapat menjadi pengingat bahwa kita semua tidak akan pernah ada di sini tanpa usaha, perjuangan, jerih payah, dan pengorbanan darah dan air mata para pemimpin kita terdahulu,” kata Fadli Zon.
Dikatakan Fadli Zon rangkaian peresmian pameran juga sekaligus memperingati hari lahir Bung Hatta.
“Hari ini juga bertepatan dengan hari lahir Bung Hatta, yakni 12 Agustus 1902, dengan angka usia yang cantik yaitu 123 tahun,” ujar Fadli Zon.
Sementara itu Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, dalam laporannya mendorong peluncuran Prangko Para Pendiri Bangsa sebagai sarana edukasi kepada generasi muda Indonesia.
“Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini agar menjadi sarana promosi dan edukasi tentang peran dan jasa para tokoh bangsa khususnya kepada generasi muda Indonesia dan masyarakat internasional. Saya kira ini temuan yang sangat bagus, belajar sejarah lewat prangko,” imbuh Restu.
Dikatakan Restu pameran prangko itu menyajikan total 80 prangko, terdiri dari 79 prangko tokoh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang telah berjasa besar dalam mempersiapkan Kemerdekaan RI dan satu prangko Gedung Sidang PPKI (Road van Indie) di Jalan Pejambon 2 Jakarta.
“Prangko ini diproduksi sebanyak 500 set, dilengkapi book stamp yang memuat informasi 79 tokoh tersebut,” pungkas Restu.*/
Laporan : Sumber Rilis Humas Kementerian Kebudayaan RI
Editor : Devi Lahendra












